KEDUNGWUNI, WARTADESA. – Pemerintah Kecamatan Kedungwuni resmi memulai implementasi program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Zilenial yang digelar pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini merupakan langkah konkret dari program Kecamatan Berdaya yang memproyeksikan kecamatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan kreativitas berbasis digital.
Transformasi Menuju Indonesia Emas 2045
Program ini merupakan bagian dari 22 Program Intervensi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Tujuannya jelas: memperkuat sektor konten kreator dan digital marketing di tingkat akar rumput guna menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Pelatihan ini melibatkan puluhan tokoh muda potensial dari berbagai organisasi, di antaranya:
-
DKR Pramuka Kedungwuni
-
GP Ansor & Pemuda Muhammadiyah
-
Perwakilan Pemuda Desa
-
Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD)
Solusi Menghadapi Tantangan Lapangan Kerja
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Kepemudaan Dinporapar Kabupaten Pekalongan, Ari Arfianto. Dalam sambutannya, Ari menekankan bahwa penguasaan teknologi adalah kunci di tengah sulitnya mencari pekerjaan konvensional saat ini.
“Pemerintah memberikan wasilah berupa ilmu teknis agar pemuda bisa berkontribusi positif bagi diri sendiri maupun orang lain. Kami ingin para tokoh muda di Kedungwuni lebih mandiri dan kreatif di dunia digital,” ujar Ari.
Senada dengan hal tersebut, Camat Kedungwuni, Bambang Dwi Yuswanto, mengapresiasi antusiasme peserta. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus memfasilitasi kebutuhan masyarakat melalui program yang terencana. Ia juga membuka ruang bagi pemuda untuk memberikan masukan terkait program kerja tahun 2027 agar lebih tepat sasaran.
Bekal Teori dan Praktik Langsung
Pada hari pertama, peserta dibekali materi komprehensif oleh dua narasumber ahli yang mencakup:
-
Teknik dasar videografi.
-
Proses produksi dan teknik editing.
-
Praktik langsung pembuatan konten digital.
Pelatihan tidak berhenti di situ. Pada hari kedua, materi akan ditingkatkan pada aspek strategis, seperti:
-
Optimasi konten dan algoritma pencarian.
-
Strategi iklan media sosial.
-
Analisis pengukuran performa dan tren pasar.
Melalui inisiatif ini, Kecamatan Kedungwuni diharapkan mampu menjadi pionir dalam mencetak ekosistem kewirausahaan muda yang tangguh, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di Kabupaten Pekalongan.
Penulis: Muhammad Maelal Marom










