close
Hukum & Kriminal

Jangan percaya kalau ada telepon yang meminta uang tebusan

pembunuhan bocah
  • Paska ditangkapnya pelaku pembunuhan bocah di Bogor

Pemalang, Wartadesa. – Petugas TNI/Polri mengingatkan anggota keluarga H, tersangka pelaku pembunuhan gadis berusia 7 tahun di Bogor, untuk tidak percaya apabila ada pejabat yang meminta tebusan atau menjanjikan sesuatu kepada keluarga tersangka, terkait kasus tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Kapolsek Moga, Iptu Totok Purwanto saat mengunjungi keluarga tersangka dan Kepala Desa Gendoang, Aufa Nursidik bersama Koramil Moga dan Babinsa setempat.

Totok Purwanto mengungkapkan bahwa tersangka H, telah dipindahkan dari Polres Pemalang ke Polres Bogor pada Kamis (04/07) pukul 20.00 WIB.

“Bahwa tersangka sudah di pindahkan dan sekitar pukul 20.00 WIB Sat Reskrim Polres Bogor hadir di Polres Pemalang dan tersangka langsung diserah terimakan kepada Polres Bogor guna proses lebih lanjut,” tutur Totok Purwanto.

Totok menegaskan bahwa anggota keluarga tersangka maupun pihak desa, untuk tidak mempercayai apabila ada telepon asing yang meminta tebusan.  “Bila ada telepon asing mengatas namakan pejabat-pejabat di wilayah hukum Polres Pemalang maupun di wilayah hukum Polres Bogor minta tebusan atau menjanjikan sesuatu kepada keluarga tersangka jangan dihiraukan.” Ujar Kapolsek Moga.

Diberitakan sebelumnya, tersangka pembunuhan terhadap seorang anak berusia 7 tahun yang masuk daftar pencarian orang (DPO) Polres Bogor berinisial H (23) berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Moga Polres Pemalang setelah mendapatkan informasi kepulangan tersangka ke kampung halamannya di Dukuh Cikalong Desa Gendoang Kec. Moga Kab. Pemalang, Kamis (04/07).

Tersangka H diduga melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap korban dengan inisial FAN (7) di kontrakan tersangka.

“Pelaku mengontrak di rumah kakek korban yang beralamat di kampung Cinangka Desa Cipayung Girang Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor,” ungkap Kapolres AKBP Kristanto Yoga Darmawan.

Kristanto menambahkan bahwa korban sempat dinyatakan hilang, namun ditemukan dalam keadaan meninggal di rumah kontrakan tersangka.  “Sempat dinyatakan hilang pada sabtu (29/06), korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di kontrakan tersangka pada selasa (02/07),” jelasnya.

Karena berita sudah viral, Kapolres Pemalang mengungkapkan, sekitar pukul 11 siang warga menginformasikan kepada Polsek Moga bahwa tersangka akan pulang ke rumahnya.

Mengetahui hal tersebut, Unit Reskrim Polsek Moga dipimpin Kapolsek Moga Iptu Totok Purwanto,  langsung ke rumah tersangka, “Ternyata betul tersangka berada di rumahnya, lalu petugas melakukan upaya persuasif sehingga tersangka mau dibawa ke Polsek Moga sekitar pukul 12 siang,” lanjut Kristanto.

Setelah mengamankan tersangka, kemudian Polsek Moga menyerahkan tersangka kepada Sat reskrim Polres Pemalang. “Saat dihadirkan di Polres Pemalang, tersangka langsung ditangani unit PPA Sat Reskrim Polres Pemalang,” jelas Kristanto.

Dari hasil pemeriksaan, Kristanto mengatakan tersangka yang berprofesi sebagai pedagang bubur ayam mengaku merasa terganggu oleh korban saat ingin beristirahat setelah pulang berjualan. “Karena merasa terganggu saat ingin beristirahat, tersangka melakukan pembunuhan terhadap korban di kontrakannya,” katanya.

Tersangka merasa takut dan sempat melarikan diri ke Surabaya selama dua hari, lalu ke Cirebon dan Semarang. “Di Semarang, tersangka mengalami kecopetan dan kehilangan dompet dan handphonenya, sehingga memutuskan untuk pulang ke Pemalang,” terang Kristanto.

Setelah mengamankan tersangka, Polres Pemalang berkoordinasi dengan Polres Bogor. “Malam tadi sekitar pukul 20.00 wib Sat Reskrim Polres Bogor hadir di Polres Pemalang, dan tersangka langsung kami serah terimakan kepada Polres Bogor” ungkap Kristanto.  (Eva Abdullah)

Tags : mogapemalangpembunuhan bocah bogor

Leave a Response