KARANGANYAR, WARTADESA. — Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat regional. Melalui inovasi bertajuk “El-Chicken Berdaya”, PDNA Kabupaten Pekalongan sukses menyabet Juara 1 Lomba Organisasi Kepemudaan Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.
Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Provinsi Jawa Tengah ini berlangsung pada 20–22 Juli 2026 di Kabupaten Karanganyar. Kompetisi tersebut diikuti oleh 34 organisasi kepemudaan dari 16 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Dari enam wakil Kabupaten Pekalongan yang lolos ke tingkat provinsi, PDNA menjadi satu-satunya organisasi yang berhasil membawa pulang gelar Juara 1.
Capaian ini menorehkan catatan bersejarah bagi PDNA Kabupaten Pekalongan. Kemenangan ini mengulang sukses serupa yang pernah diraih pada tahun 2019 silam, sekaligus membuktikan konsistensi PDNA dalam menghadirkan inovasi dan kontribusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat.
Inovasi ECOS: Mengurai Kemiskinan Lewat Ekonomi Sirkular
Dalam sesi presentasi di hadapan dewan juri, Ketua PDNA Kabupaten Pekalongan, Ainun Muthoharoh, didampingi oleh Devi Normasari (Departemen Dakwah PDNA), memaparkan keunggulan program El-Chicken Berdaya.
Program ini mengusung konsep ECOS (El-Chicken Ekonomi Sirkular Organisasi Sosial), sebuah model pemberdayaan ekonomi berbasis organisasi yang mengintegrasikan berbagai elemen penting:
-
Jogo Ibu & Jogo Bumi: Pemberdayaan perempuan dan kepedulian lingkungan.
-
Ekonomi Sirkular & Digitalisasi: Pengelolaan usaha berbasis keberlanjutan dan pemanfaatan teknologi digital.
-
Penurunan Kemiskinan: Mendorong pemberdayaan masyarakat guna mendukung percepatan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan.
Pencapaian Mentereng di Usia Satu Tahun
Usai menerima penghargaan, Ainun Muthoharoh mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh tim El-Chicken Berdaya. Terima kasih kepada seluruh pengurus PDNA, tim El-Chicken, para mitra, serta semua pihak yang telah mengelola dan mengembangkan program ini dengan penuh dedikasi. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Ainun.
Menariknya, program El-Chicken tergolong sangat muda. Diluncurkan pertama kali pada 6 September 2025 saat Musyawarah Kerja Daerah (Musykerda) I PDNA Kabupaten Pekalongan, inovasi ini mampu berkembang pesat dan meraih pengakuan tingkat provinsi hanya dalam kurun waktu satu tahun.
Ainun juga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Dinporapar Provinsi Jawa Tengah atas pembinaan dan pendampingan yang diberikan selama proses seleksi.
Langkah Ke Depan: Inklusif dan Berkelanjutan
Keberhasilan ini semakin mengukuhkan posisi PDNA Kabupaten Pekalongan sebagai pelopor kewirausahaan sosial berbasis kepemudaan.
Ke depan, melalui El-Chicken Berdaya, PDNA berkomitmen untuk terus:
-
Memperluas jaringan kemitraan strategis.
-
Meningkatkan kapasitas dan kemandirian perempuan muda.
-
Membuka ruang partisipasi yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.
-
Bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam percepatan penurunan angka kemiskinan dan pembangunan kepemudaan berkelanjutan. (Red)










