Pemalang, Warta Desa. – Pemerintah Kabupaten Pemalang bakal menjajagi pengelolaan sampah dilakukan oleh pihak swasta. Menurut Bupati Anom Widiyantoro, sudah ada dua badan usaha milik negara (BUMN) yang menawarkan kerjasama pengelolaan sampah. Senin (25/05/2025).
Menurut Anom, pihaknya sudah menjajaki ke sejumlah perusahaan swasta dan BUMN. Ia juga sedang melakukan analisis nilai manfaat untuk Pemerintah Kabupaten Pemalang jika menjalin kerjasama tersebut.
“Kita masih baca-baca persyaratan sampai keuntungan kerjasama ini untuk daerah. Mulai sistem yang digunakan sampai hasilnya,” ujar Anom.
Anom menceritakan bahwa ada 2 (dua) BUMN yang ingin masuk ke Pemalang untuk ikut mengelola sampah, yaitu PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan PT Wijaya Karya (WIKA).
“Perusahaan-perusahaan tersebut sudah berpengalaman mengelola sampah secara modern melalui TPST,” pungkasnya.
Sebelumnya orang nomor satu di Kota Ikhlas ini meminta warga untuk dapat memilah sampah rumah tangga dari rumah, menurutnya hal itu dapat membantu pemerintah dalam pengelolaan sampah di Pemalang.
Ajakan tersebut disampaikan Bupati usai meninjau alat Mesin Olah Runtah (Motah) di TPS Kebondalem Pemalang, Ahad (25/5/2025).
“Pesan untuk masyarakat yang terpenting adalah memilah. Kalau sudah memilah, memudahkan kerja kita untuk membakar dan memusnahkan sampah,” ucapnya.
Didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang Wiji Mulyati dan Lurah Kebondalem Yanuar Sulaksono, Bupati mengharapkan TPS lain di Kabupaten Pemalang juga memiliki Mesin Motah tersebut.
“Ya nanti kita lihat input sampahnya seperti apa, kita lihat di berbagai kecamatan di desa yang kira-kira sesuai dengan kerja dari motah nanti kita usahakan,” imbuhnya.
“Harapannya sampah di Pemalang selesai, tidak meluber ke jalan jalan lagi,” pungkasnya. (Sumber: website resmi Pemkab Pemalang)










