close
PendidikanSeni Budaya

Pukau Penonton, Dalang Cilik Noval Waryono Tutup Pentas Ceria SD Muhammadiyah Wonosari dengan Gemilang

template berita foto warta desa_20260617_181115_0000

PEKALONGAN – Suara sabetan wayang dan alunan narasi khas pewayangan bergema dinamis di sela-sela riuh tepuk tangan penonton. Penampilan memukau dari seorang dalang cilik, Noval Waryono, sukses menjadi bintang utama sekaligus penutup yang manis dalam acara “Pentas Ceria” yang digelar hari ini, Rabu (17/06/2026).

​Siswa kelas 4 tersebut berhasil menyihir seluruh hadirin lewat kelincahan jemarinya memainkan tokoh-tokoh wayang. Penampilan inspiratif Noval tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol luhurnya pelestarian budaya yang berhasil ditanamkan sejak dini di lingkungan sekolah.

​Pelepasan Siswa yang Penuh Makna

​Acara Pentas Ceria ini diselenggarakan oleh SD Muhammadiyah Wonosari Doro dalam rangka pelepasan siswa-siswi kelas 6. Sejak pagi, atmosfer hangat dan haru sudah terasa. Acara dibuka dengan khidmat lewat penampilan doa harian yang dibawakan secara serempak oleh siswa-siswi kelas 1.

​Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Wonosari, Abdul Sukur, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para wali murid yang telah memercayakan pendidikan anak-anak mereka di sekolah ini. Beliau juga menitipkan pesan mendalam untuk para lulusan.

​”Lanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi. Tetap teruskan kebiasaan-kebiasaan baik yang sudah dipelajari dan dipraktikkan selama belajar di sekolah ini,” pesan Abdul Sukur kepada para siswa.

​Apresiasi Wali Murid dan Ragam Bakat Siswa

​Ungkapan emosional juga datang dari perwakilan wali murid, Imam Setianto. Ia menyampaikan apresiasi tertinggi kepada para guru yang telah mendidik anak-anak dengan penuh kesabaran.

​Ia juga menyemangati para siswa agar terus mengejar cita-cita sembari menjaga nama baik almamater. “Tunjukkan prestasi dan jagalah nama baik sekolah dengan selalu berperilaku baik di mana pun kalian berada,” ujarnya.

​Sebelum penampilan dalang cilik yang memukau di akhir acara, panggung Pentas Ceria terlebih dahulu diwarnai oleh berbagai aksi kreatif siswa lainnya. Di antaranya adalah penampilan drama edukatif dari kelas 3 yang mengusung tema pentingnya mengoptimalkan waktu, serta lantunan suara merdu dari siswa kelas 4 yang membawakan lagu When the Children Cry secara solo.

​Pentas seni ini menjadi bukti nyata bahwa SD Muhammadiyah Wonosari Doro tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga menjadi wadah subur bagi tumbuhnya bakat, kreativitas, dan karakter mulia generasi muda. (Fahrudin) 

Terkait
PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

Mendikbud apresiasi produk siswa SMK Muhammadiyah Kajen

Kajen, Wartadesa. - Di sela kegiatannya mendampingi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Pekalongan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : dalang cilikpentas senisd muhammadiyah wonosari