close
Layanan PublikSosial Budaya

Terowongan tol Sembungjambu selalu tergenang, warga tuntut jalan ditinggikan

sembung jambu

Pemalang, Wartadesa. – Bertahun-tahun usai pembangunan ruas tol Pemalang-Batang, kondisi terowongan dibawah tol (underpass) Desa Sembungjambu, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan terendam air saat hujan datang. Hal tersebut membuat warga mendatangi Kantor Pemalang Batang Tol Road (PBTR) untuk menuntut peninggian jalan. Kamis (13/02).

Warga menuntut agar pihak PBTR segera meninggikan jalan yang berada di Rt 10/03 Desa Sembungjambu. Tuntutan tersebut lantaran setiap musim hujan, jalan yang berada di terowongan tersebut terenda air an lumpur.

“Saat musim penghujan jalan yang berada di terowongan tol terendam air dan lumpur yang berasal dari area persawahan, sehingga  menghambat aktivitas warga terutama Anak-anak sekolah yang akan berangkat ke sekolah” ujar perwakilan warga.

Selain itu, warga menuntut agar PBTR membuatkan kembali saluran irigrasi sawah yang terputus akibat dampak pembangunan tol.

“Saluran irigrasi yang  berada di Rt. 10 Rw. 03 Desa Sembungjambu terbutus, akibatnya petani yang biasanya satu tahun bisa menanam dua kali, kini hanya satu kali,” lanjut perwakilan warga.

Warga juga minta dibuatkan saluran drainase yang berada di dekat terowongan Dusun 4, karena saat musim hujan, air tidak bisa mengalir. Sehinga menyebabkan banjir.

“Wacana tersebut sudah disepakati dari tahun 2018 namun hingga kini tahun 2020 belum ada realisasi dari piha PBTR, jadi kami mohon agar di dalam terowongan diberikan lampu penerangan guna meminimalisir tindak kejahatan.” Ucap perwakilan warga.

Menjawab tuntutan warga, pihak PT SMJ akan meninggikan jalan terowongan tol di Rt 10/03 pada Jum’at (14/02) hari ini.

Pihak PBTR mengaku sudah  berulangkali mengingatkan ke pihak PT SMJ dan PT Waskita agar segera mengerjakan proyek yang belum selesai di Desa Sembungjambu, seperti peninggian jalan, pembuatan saluran irigasi dan drainase yang belum selesai, “namun tidak tahu sampai dengan sekarang pekerjaan tersebut belum selesai,” ujar perwakilan dari BPTR.

“Terkait penerangan dari kami tidak menyediakan, namun apabila ingin diberikan lampu penerangan dari pihak desa dapat mengajukan kepihak PLN agar dapat di pasang lampu penerangan.” Lanjut perwakilan BPTR.

Kabagops Polres Pekalongan yang hadir dalam mediasi tersebut mengatakan bahwa pihaknya siap  mengawal aspirasi warga, namun dengan catatan harus dengan cara yang kondusif. (nebun_29/Eva Abdullah)

Tags : Bojongsembung jambutrowongan tol banjir