Pekalongan, Warta Desa. – Pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata atau KKN bagi mahasiswa merupakan momentum penting untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah didapat di bangku perkuliahan ke dalam ranah pengabdian masyarakat secara langsung. Salah satu langkah konkret ditunjukkan oleh Lidya Okta Ghefira Nur Fatimah, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dari Program Studi D4 Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur. Lidya melaksanakan program kerja individu yang berfokus pada bidang keahliannya, yaitu perancangan desain interior untuk Balai Desa Randumuktiwaren yang terletak di Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi fisik Balai Desa yang saat ini dinilai belum memiliki tatanan ruang yang optimal akibat adanya proses renovasi bangunan yang belum dapat dilanjutkan kembali karena berbagai faktor. Penyerahan hasil akhir atau output dari program kerja ini dilaksanakan secara formal pada hari Jumat, 30 Januari 2026, bertempat di kantor balai desa setempat.
Proses perancangan desain ini tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui tahapan yang sistematis dan terukur. Langkah awal dimulai dengan melakukan observasi kondisi eksisting bangunan yang dilaksanakan pada hari Senin, 26 Januari 2026. Dalam kegiatan observasi tersebut, mahasiswa pelaksana program melakukan pengamatan mendalam mengenai berbagai aspek ruang, mulai dari tata letak furnitur, sirkulasi udara dan cahaya, hingga pembagian zona fungsi setiap ruangan yang digunakan untuk aktivitas administrasi maupun pelayanan masyarakat. Dari hasil pengamatan di lapangan, ditemukan beberapa kendala utama, salah satunya adalah belum adanya pembagian fungsi ruang yang jelas dan tegas. Hal ini menyebabkan aktivitas pelayanan publik sering kali terganggu karena bercampurnya area kerja perangkat desa dengan area tunggu masyarakat, yang pada akhirnya berdampak pada menurunnya tingkat kenyamanan serta efektivitas kerja.
Menindaklanjuti hasil temuan saat observasi tersebut, Lidya kemudian menyusun usulan desain interior yang komprehensif. Fokus utama dalam perancangan ini adalah mengedepankan aspek fungsionalitas ruang tanpa mengabaikan sisi estetika bangunan. Mahasiswa tersebut berupaya menciptakan sebuah konsep tata ruang yang lebih efisien, di mana setiap jengkal ruang di Balai Desa Randumuktiwaren dapat dimanfaatkan secara maksimal guna mendukung kinerja perangkat desa. Dalam menyusun draf desain, Lidya juga mempertimbangkan kondisi bangunan yang saat ini masih dalam tahap pembangunan atau renovasi yang tertunda, sehingga desain yang diusulkan bersifat fleksibel dan sangat mungkin untuk dijadikan referensi penataan secara bertahap di masa mendatang oleh pemerintah desa.
Desain yang diusulkan mencakup penataan area pelayanan utama agar lebih rapi dan representatif. Penempatan meja pelayanan, kursi tunggu, serta lemari penyimpanan dokumen diatur sedemikian rupa agar alur pelayanan menjadi lebih terstruktur. Dengan adanya kejelasan fungsi ruang, diharapkan privasi kerja para perangkat desa dapat lebih terjaga, sementara masyarakat yang datang untuk mengurus keperluan administrasi dapat merasa lebih nyaman di area yang telah disediakan. Mahasiswa pelaksana program menjelaskan bahwa pemilihan material dan skema warna dalam desain tersebut juga telah disesuaikan dengan karakteristik balai desa sebagai instansi pelayanan publik, yakni dengan menonjolkan kesan bersih, terang, dan profesional.
Setelah draf desain selesai disusun dalam bentuk gambar kerja yang teknis, hasil tersebut kemudian dipaparkan dan diserahkan kepada jajaran Pemerintah Desa Randumuktiwaren. Pihak pemerintah desa memberikan respon yang sangat positif terhadap inisiatif mahasiswa KKN Universitas Diponegoro ini. Ibu Aprilia Elahayu, selaku Sekretaris Desa Randumuktiwaren, dalam tanggapannya menyatakan bahwa usulan desain interior tersebut sangat membantu memberikan gambaran visual mengenai penataan ruang yang ideal bagi balai desa mereka. Menurut beliau, selama ini pihak desa merasa perlu untuk melakukan penataan namun belum memiliki acuan teknis yang jelas. Dengan adanya dokumen gambar kerja dari mahasiswa, pemerintah desa kini memiliki panduan atau blueprint yang bisa digunakan sebagai dasar dalam melakukan pembenahan interior kantor di kemudian hari.

Keberadaan desain interior ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai dokumen di atas kertas saja, namun benar-benar memberikan manfaat nyata dalam jangka panjang. Peningkatan kualitas fisik bangunan melalui penataan interior yang baik merupakan salah satu cara tidak langsung untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat luas. Jika ruang kerja tertata dengan rapi dan fungsional, maka kenyamanan kerja perangkat desa akan meningkat, yang pada gilirannya akan berdampak pada keramahan dan kecepatan pelayanan kepada warga Desa Randumuktiwaren. Selain itu, balai desa yang tertata dengan apik akan memberikan kesan positif dan meningkatkan citra profesionalisme pemerintah desa di mata masyarakat maupun pihak luar yang berkunjung.
Program kerja individu yang dijalankan oleh Lidya Okta Ghefira Nur Fatimah ini menjadi salah satu contoh keberhasilan mahasiswa dalam mengidentifikasi masalah lokal dan memberikan solusi sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Kontribusi ini menunjukkan bahwa mahasiswa KKN tidak hanya hadir secara fisik di tengah masyarakat, tetapi juga mampu memberikan sumbangsih pemikiran yang bersifat teknis dan strategis. Bagi mahasiswa, pengalaman ini merupakan bentuk pembelajaran berharga dalam menghadapi tantangan di dunia kerja yang sesungguhnya, di mana mereka harus mampu berkomunikasi dengan pemangku kepentingan desa dan memahami kebutuhan lokal yang beragam.
Secara keseluruhan, kegiatan perancangan desain interior Balai Desa Randumuktiwaren ini berjalan dengan lancar dan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat maupun perangkat desa. Keberhasilan program ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dalam memberikan pengabdian terbaik bagi kemajuan desa-desa di Indonesia. Penyerahan output gambar kerja tersebut menandai berakhirnya tahap perancangan teknis dalam program KKN ini, sekaligus menjadi awal baru bagi Pemerintah Desa Randumuktiwaren untuk mulai melangkah menuju kantor pelayanan desa yang lebih modern, fungsional, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh warga desa.
Pemerintah Desa Randumuktiwaren menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim KKN Universitas Diponegoro atas dedikasi dan kontribusi nyata yang telah diberikan. Melalui sinergi antara dunia akademis dan pemerintahan tingkat desa seperti ini, diharapkan percepatan pembangunan di wilayah pedesaan dapat terwujud dengan lebih baik dan terarah. Program ini pun ditutup dengan harapan agar hasil desain tersebut dapat direalisasikan sepenuhnya sehingga kemanfaatan dari ilmu arsitektur dan infrastruktur sipil dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat di Desa Randumuktiwaren secara berkelanjutan. (Redaksi)










