MAKASSAR, WARTA DESA, – Suasana haru dan bangga menyelimuti kontingen asal Jawa Tengah saat nama SMK Muhammadiyah Karanganyar bergema di auditorium Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismu). Dalam perhelatan akbar Olympicad VIII Tahun 2026, sekolah tersebut berhasil menorehkan tinta emas setelah membawa pulang medali tertinggi pada cabang lomba bergengsi.
Prestasi ini bukan sekadar kemenangan biasa, melainkan bukti nyata bahwa kualitas pendidikan vokasi di daerah mampu bersaing secara tangguh di level nasional. Ajang dua tahunan yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini berlangsung meriah sejak tanggal 12 hingga 14 Februari 2026.
Dominasi di Bidang Kuliner
Medali emas yang membanggakan tersebut dipersembahkan oleh Siti Mauliyah Khasanah, siswi kelas XI Jurusan Kuliner. Siti berhasil menyisihkan puluhan kontestan berbakat lainnya dari berbagai provinsi melalui cabang lomba kuliner.
Di bawah arahan dingin guru pendamping, Atika Nur Fauziyah, Siti mampu menyajikan hidangan yang tidak hanya unggul secara visual (plating), tetapi juga memiliki cita rasa otentik yang memikat hati para dewan juri. Penilaian yang dilakukan sangatlah ketat, mencakup aspek higienitas, teknik memasak, efisiensi kerja, hingga presentasi produk.
”Persiapannya cukup intens. Kami melakukan riset menu dan latihan berkali-kali untuk memastikan setiap detail sempurna. Alhamdulillah, kerja keras Siti membuahkan hasil yang maksimal di Makassar,” ujar Atika Nur Fauziyah saat mendampingi anak didiknya di podium kemenangan.
Panggung Nasional yang Kolosal
Olympicad VIII 2026 di Makassar ini tercatat sebagai salah satu edisi terbesar sepanjang sejarah pelaksanaannya. Dengan jumlah peserta yang mencapai rentang 7.000 hingga 10.000 orang, kampus Unismu Makassar berubah menjadi lautan kreativitas siswa dan guru Muhammadiyah se-Indonesia.
Terdapat total 33 cabang perlombaan yang dipertandingkan, mencakup spektrum yang luas mulai dari:
- Akademik: Matematika, Fisika, Biologi, dan Ismuha (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, Bahasa Arab).
- Seni: Tilawah, desain grafis, dan seni pertunjukan.
- Olahraga: Pencak silat Tapak Suci dan berbagai cabang atletik.
- Keterampilan: Robotik, otomotif, hingga kuliner.
Kompetisi ini bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan platform strategis untuk mempererat tali silaturahmi nasional serta menjadi tolok ukur pengembangan potensi sumber daya manusia di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.
Apresiasi dan Kebanggaan Sekolah
Kepala SMK Muhammadiyah Karanganyar, Laila Hidayati, tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan harunya atas capaian bersejarah ini. Baginya, kemenangan Siti Mauliyah Khasanah adalah kemenangan bagi seluruh keluarga besar sekolah yang telah memberikan dukungan penuh.
”Olympicad merupakan agenda resmi Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali sebagai ajang silaturahmi, peningkatan prestasi, serta pengembangan potensi siswa dan guru Muhammadiyah se-Indonesia,” jelas Laila dalam keterangannya.
Beliau juga menekankan bahwa keikutsertaan sekolah dalam kompetisi tingkat nasional ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter yang kuat pada siswa.
“Atas nama sekolah, saya mengucapkan selamat dan terima kasih atas perjuangannya membawa nama SMK Muhammadiyah Karanganyar hingga tingkat nasional. Kami tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi pada semangat, kerja keras, dan dedikasi yang ditunjukkan selama proses berlangsung,” tambahnya.
Motivasi untuk Masa Depan
Kemenangan Siti Mauliyah Khasanah diharapkan menjadi “bahan bakar” baru bagi siswa-siswi lainnya di SMK Muhammadiyah Karanganyar untuk tidak takut bermimpi besar. Prestasi ini membuktikan bahwa siswa jurusan vokasi memiliki peluang karir dan prestasi yang luas jika ditekuni dengan serius.
”Selamat kepada ananda Siti Mauliyah Khasanah yang telah menunjukkan kemampuan luar biasa. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berjuang meraih kesuksesan, baik di kancah nasional maupun internasional di masa depan,” pungkas Laila Hidayati dengan nada optimis.
Dengan berakhirnya Olympicad VIII 2026, SMK Muhammadiyah Karanganyar kini pulang dengan kepala tegak, membawa medali emas sebagai kado manis bagi masyarakat Karanganyar, sekaligus membuktikan bahwa sekolah ini adalah kawah candradimuka bagi talenta-talenta unggul masa depan. (Nanang Fahrudin)










