Brebes, Warta Desa, 13 Februari 2026 – Kepedulian terhadap sesama dan alam kembali ditunjukkan oleh aktor dan pelawak senior Indonesia, Ramdhani Qubil AJ, atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Bang Madit. Hari ini, tokoh yang identik dengan perannya dalam sinetron legendaris Islam KTP itu menyambangi Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, yang baru saja dilanda bencana banjir bandang.
Kedatangan pria kelahiran 6 Januari 1965 tersebut bukan sekadar kunjungan biasa. Bang Madit hadir untuk menyuarakan keprihatinan mendalam atas musibah yang memporak-porandakan permukiman warga. Dengan tegas, ia meminta seluruh jajaran pemerintahan untuk segera mengambil tindakan nyata.
“Saya datang ke sini untuk melihat langsung kondisi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Saya meminta kepada pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat untuk segera melakukan pemulihan pascabanjir di Desa Adisana. Jangan biarkan warga berlarut-larut dalam kesulitan,” ujar Bang Madit di lokasi kejadian.
Dalam kunjungannya, Bang Madit juga berkolaborasi dengan komunitas peduli lingkungan, Emak Bergerak Desa Adisana, yang dikoordinatori oleh Dewi Namara. Momen ini dimanfaatkan untuk memberikan dukungan moril agar gerakan kepedulian terhadap lingkungan terus bergaung.
“Emak Bergerak ini luar biasa. Mereka konsisten menyuarakan pentingnya menjaga alam. Kita semua tahu, banjir bandang ini adalah akibat langsung dari kerusakan hutan lindung di lereng Gunung Slamet yang beralih fungsi menjadi ladang kentang. Hutan yang gundul membuat hilir seperti Adisana ini kebanjiran setiap kali hujan turun,” jelasnya.
Bang Madit, yang bersama rekan-rekan ustad dalam sinetron Islam KTP dikenal kerap membawa pesan-pesan kebaikan, kali ini mewujudkannya dalam aksi nyata dengan memberikan bantuan moril ke Emak Bergerak dan bantuan kepada para korban banjir. Bantuan di serahkan dan di terima di balai desa oleh kepdes. Ia berharap langkah kecilnya bisa menggerakkan pihak-pihak berwenang untuk bertindak lebih cepat.
Di akhir kunjungannya, Bang Madit melontarkan seruan yang menjadi harapan bersama: “Save Slamet! Salam lestari untuk alam Indonesia.”
Pewarta: Hendir Yetus










