close
Sosial Budaya

Warga Kendal dihebohkan penemuan jamur Tudung Pengantin, ini manfaatnya

jamur tudung pengantin
Warga Kendal menemukan jamur Tudung Pengantin di belakang rumahnya, Ahad (14/02). Foto: Ayo Semarang

Kendal, Wartadesa. – Warga Desa Ngerjo, Kecamatan Ringinarum, Kendal dihebohkan dengan penemuan jamur Tudung Pengantin. Tanaman yang termasuk dalam fungi tersebut ditemukan tumbuh di belakang rumah warga setinggi 10 centimeter pada Ahad (14/02).

Warga sebenarnya tidak tahu nama jamur tersebut. Jamur ini memiliki keunikan, apik dan cantik yaitu munculnya jaring yang tumbuh dari bagian atas kepala jamur. Jaring yang membentuk seperti tudung pengantin, rok wanita, atau pun kerudung seperti yang dikenakan pengantin. Jaring-jaring akan terus tumbuh memanjang hingga mencapai 12 sentimeter. Pada lubang jaring di bagian bawah, biasanya akan semakin kecil. Tentu saja ini menjadi ciri khas dan daya tarik tersendiri dan menempatkan jamur tudung pengantin sebagai salah satu jamur paling cantik dan unik di dunia.

Pada bagian kepala jamur, berbentuk mirip kerucut berwarna cokelat kehijauan dan berlendir. Konon lendiri ini menimbulkan sedikit berbau bangkai. Nah, pada lendir berbau ini sebagai penarik perhatian serangga, terutama lalat. Bagian ini merupakan sumber pakan lalat atau serangga yang hinggap dan memakannya.

Warga setempat, Nur mengaku baru kali pertama melihat jamur tersebut. ”Saya tidak mendapat firasat apa-apa. Tadi malam belum ada. Baru pagi ini mengetahui,” katanya.

Nur kemudian melaporkan adanya jamur Tudung Pengantin dibelakang rumahnya kepada kepala desa dan perangkat desa setempat.

Jamur ini sebetulnya tumbuh secara liar di beberapa wilayah di Indonesia. Tanaman yang memiliki nama latin Phallus Indusiatus dengan kelas Agaricomycetes. Dan varietasnya banyak mucul di hutan tropis Kahung di Kalimantan Selatan. Kawasan Kahung ini berpotensi sebagai kawasan wisata jamur langka si Tudung Pengantin yang cantik dan unik. Di Jakarta, jamur ini dapat dijumpai di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan.

Untuk pertumbuhan jamur tudung pengantin berada di lingkungan bersuhu sekitar 25 hingga 30 derajat Celsius, dengan kelembaban relatif berkisar 45 hingga 85 persen. Jamur ini dapat tumbuh di tempat-tempat lembab, sekitar semak pohon bambu hingga di dalam hutan. Jamur ini juga tumbuh pada sekitar pemukiman dan di perkotaan. Jamur tudung pengantin sangat cocok tumbuh di area tropis yang bercurah hujan tinggi.

Penyebaran tumbuhnya jamur ini terdapat di Mexico, Amerika Selatan, Australia, Kongo, Nigeria, Uganda, Zaire, Brazil, Guyana, Venezuela, Kosta Rika. Tobago, India, Jepang, Hong Kong, Taiwan, Malaysia, dan Indonesia.

Berdasarkan World Journal of Agricultural Sciences 4 (2008), oleh Jonathan SG, Odebode AC, Bawo DDS menyebutkan pada jamur ini selain mengandung lemak dan protein, juga kaya akan kalsium, zat besi, magnesium, mangan, kalium, sodium, dan seng. Jamur ini juga mengandung berbagai senyawa bioaktif yang memiliki sifat antimikroba, antioksidan, antivirus, antifungi, antibakteri dan anti tumor.

Di Indonesia, meski dikategorikan sebagai jamur yang tidak dapat dimakan, namun di negara Cina memanfaatkan jamur ini sebagai bahan obat-obatan dan bahan makanan. Masyarakat di sana memanfatakan untuk pengobatan mata dan sistem kardiovaskular. Hal ini, lantaran penelitian di Cina melihat jamur tudung pengantin mengandung tujuh asam amino esensial, 12 ion logam penting dan tinggi vitamin E. Di sana, pembudidayaan jamur ini sudah dilakukan sejak tahun 1975.

Jamur ini berguna untuk keperluan obat-obatan tradisional, seperti untuk menangani tekanan darah tinggi, penambah berat badan, bahkan disentri.  Uniknya, meski berbau tak sedap, jamur ini termasuk salah satu jenis yang dapat dimakan. Jamur tudung pengantin pun diklaim bagus sebagai bahan mentah dalam gastronomi, lantaran sering diolah menjadi masakan rumah.

Untuk memasaknya, jamur mesti dikeringkan terlebih dahulu, lalu kepala atasnya (yang berlendir) dibuang. Batangnya yang sedikit berongga cocok untuk menemani daging dan sayuran, dan sering juga ditambahkan ke dalam sup. Proses pengeringan dan memasak ini dapat menghilangkan bau, sehingga akan menciptakan rasa yang manis dan gurih. Teksturnya, menurut mereka yang pernah melahapnya, terasa antara halus dan keras, mirip seperti daging cumi-cumi. (Dirangkum dari sumber indonesia.go.id, kumparan dan sumber lain)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : berita kendaljamur tudung pengantin