Kajen, Wartadesa. – Al-Qur’an menjadi bacaan sehari-hari seorang muslim, baik saat mengaji maupun saat melaksanakan sholat. Pengucapan bacaan yang salah akan berpengaruh terhadap arti dari ayat Qur’an yang dibaca. Untuk memberikan bekal dan meningkatkan kemampuan guru dan karyawan Yayasan Sejahtera Kajen, pada Senin hingga Rabu, (19-21/12) diselenggarakan pendidikan dan latihan tahsin dan tahseh dengan metode ummi. Demikian disampaikan M. Rosyid Ridho, Ketua Yayasan Sejahtera kepada Wartadesa, Rabu, (21/12).

Tahsin didefinisikan sebagai kegiatan atau metode untuk menyempurnakan pengucapan huruf-huruf Al-Quran sebaik-baiknya mulai dari pengucapan huruf serta kebenaran tajwid-tajwid dan kaidah-kaidahnya. Ujar Rosyid.
“Al-Quran tertulis dalam bahasa Arab yang terdiri dari 26 huruf hijaiyah. Ada beberapa huruf hijaiyah yang pengucapannya hampir mirip namun akan membentuk kata-kata yang mempunyai maksud yang berbeda. Sedikit saja salah entah itu cara pengucapannya, harkat atau panjang pendeknya hingga dengungnya bisa menyebabkan kesalahan makna dan arti. Itulah sebabnya kita sangat perlu mempelajari cara membaca Al-Quran dengan baik dan benar.” Tambah warga dari Desa Wuled Kecamatan Tirto, Pekalongan ini.
Bertempat di Aula Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Insan Mulia, Kajen. Kegiatan ini diikuti oleh 110 orang yang terdiri dari guru dan karyawan Yayasan Sejahtera Kajen. “Tujuan pendidikan dan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pegawai, terutama dalam hal pengajaran baca tulis al Qur’an,” ujar Riska, panitia kegiatan.
“Seluruh guru dan karyawan yang tergabung dalam Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) ikut dalam kegiatan ini. Yaitu dari Yayasan Sejahtera Kajen, Yayasan Bona Mandiri Bojong, Yayasan Pelita Hati Tirto dan Yayasan Bina Insan Mulia Kedungwuni.” Tambah Riska.
Kegiatan tahsin dan tahseh belajar al Qur’an metode Ummi merupakan bagian dari upgrade guru di lingkungan Yayasan Sejahtera Kajen, Tutup Riska. ***(Eva Abdullah Ajis)









