Bojong, Wartadesa. – Sopir dumptruck penangkut material tanah urugan untuk proyek tol ruas Pemalang – Batang, hari ini melakukan aksi solidaritas mogok kerja. Aksi ini dipicu oleh Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak yang dilakukan oleh manajemen kontraktor jalan tol, PT SMJ. Para sopir truk material tanah tol memilih tidak narik (tidak bekerja), Senin (24/4).
“Hari ini kami tidak narik (bekerja mengangkut tanah untuk proyek tol) sebagai wujud solidaritas kepada rekan sesama supir yang diberhentikan, adapun aksi solidaritas ini akan sampai kapan belum bisa kami tentukan,” demikian dikatakan Ade Luthfi, salah satu supir angkutan tanah merah untuk jalan tol,
Luthfi menambahkan, beberapa rekanya telah diberhentikan (PHK) sepihak oleh pihak SMJ, hal ini tentu menjadi rasa keprihatinan bersama sesama supir.
“Ada enam orang rekan kami yang diberhentikan, yang menurut kami belum ada kejelasan alasan atas pemberhentian rekan kami tersebut, untuk itu kami sementara tidak beraktifitas seperti biasanya, sebagai wujud rasa kebersamaan kami,” imbuh Lutfi.
Sementara menyikapi hal tersebut pihak SMJ nampak merespon dengan mengadakan pembahasan di sekitar Quarry Wangandowo, Senin ( 24/04).
Dwi, Selaku perwakilan PT SMJ mengatakan pertemuan tersebut untuk mendengarkan pendapat para supir, “Masih ada peluang bagi rekan-rekan supir untuk kembali aktif bekerja, hari ini saya minta surat peryataan dari para supir tentang kesiapan untuk bekerja, dan nanti akan saya sampaikan kepada pihak menegement.” Kata Dwi saat di konfirmasi di lokasi.
“Kedepan saya harap jika rekan- rekan tidak berangkat, supaya memberikan surat ijin atau semacamya, guna tertib administrasi, supaya kami bisa mengetahui alasan ketidak berangkatanya, imbunya.
Sementara itu di lokasi pembangunan jalan tol di Desa Tangkilkulon Kecamatan Kedungwuni, beberapa truk besar melewati jalan kabupaten yang bukan keperuntukan mobil tersebut, sesuai dengan kesepakatan antara kontraktor dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan.
Wartadesa, sekitar pukul 14.20 wib mendapati dua truk besar sedang membongkar tanah urugan disebelah timur terowongan dan sebelah barat terowongan jalan Karangdowo – Tangkil Tengah. Sesuai keperuntukan jalan, truk besar hanya boleh melewati jalan propinsi sedang jalan kabupaten diperuntukkan untuk dumptruck. (Eva abdullah)










