close
Sosial Budaya

Anak ini terpaksa mengemis demi membantu orangtua

terpaksa mengemis1

Batang, Wartadesa. – Sebut saja Bunga dan Kumbang, kedua kakak beradik ini terpaksa harus mengemis untuk membantu orangtuanya yang sakit-sakitan dan hanya menjadi buruh pemetik kangkung. Demikian disampaikan oleh Sandi Permadi, warga Jalan Yos Sudarso Batang.

Bunga dan Kumbang terpaksa harus mengemis dimalam hari setelah siang hari berjualan kangkung liar, tidak laku seharian. Foto: Sandi Permadi

Bunga tinggal bersama ibu dan bapak beserta adikknya yang berumur tujuh bulan dan kakaknya, Kumbang di Jalan Yos Sudarso, sebelah Utara jembatan Sipung, belakang Gudang Piletan, pinggir sawah. Dengan rumah gubug yang hanya menempel gudang. Terang Sandi.

Ibunya, Susilowati, hanyalah buruh pemetik kangkung yang tidak setiap hari mendapat pekerjaan memetik kangkung. Sementara ayahnya tidak mampu bekerja lagi karena sering sakit-sakitan. Lanjut Sandi.

Saat siang hari, Bunga beserta kakaknya berjualan kangkung liar, yang kadang dilihat dari tampilannya, kangkung tersebut kurang bagus, hingga kadang dalam satu hari tidak satupun kangkung jualannya dibeli orang yang lewat. Jelas Sandi.

Sandi mengungkapkan kepada Wartadesa, bahwa dia sangat mengetahui kondisi keluarga ibu Susilowati, karena dia setiap harinya melihat kondisi mereka dan pernah suatu ketika dia meluangkan waktu seharian untuk melihat kondisi keluarga ibu Susilowati.

Ibu yang masih mempunyai bayi berusia tujuh bulan ini, kadang harus meninggalkan bayinya seharian untuk memetik kangkung, sehingga ketika bayinya menangis hendak menyusu, Kumbang harus memangil ibunya untuk menyusui. Kadang bayi tersebut tertidur kembali karena capek menangis saat menunggu kehadiran ibunya dari buruh memetik kangkung. Lanjut Sandi.

“Terpaksa Bunga dan Kumbang harus mengemis, malam harinya, untuk membantu orang-tuanya dan beli jajan,” ujar Sandi kepada Wartadesa. Bapak Ibunya tidak menyuruh mengemis, namun karena kondisi yang tak memungkinkan, tidak ada pilihan, selain aktivitas malam, mengemis. Ujar Sandi.

Saat ini, hanya Sang Kakak, Kumbang, yang masih bersekolah. Sementara Bunga tidak mampu untuk bersekolah karena biaya. “Sekolah di SD mungkin gratis, namun biaya buku, seragam, tas, sepatu dan lain-lainnya tidaklah gratis,” tutur Sandi.

Butuh uluran tangan. Foto: Sandi Permadi

Hingga akhirnya, Sandi mencoba mengetuk hati dermawan dan donatur di grub media sosial ‘Pigura Warga Batang’ dengan memasang foto-foto kondisi keluarga ibu Susilowati. “Tekad saya, saya akan terus mengetuk kebaikan hati warga grub PWB untuk membantu ibu Susilowati,” ujar Sandi.

Bagi warga Batang dan Sekitarnya yang mempunyai rejeki berlebih, Sandi berharap mereka bersedia membantu keluarga ibu Susilowati. Bantuan dapat diserahkan langsung kepada keluarga ibu Susilowati di gubugnya, Jalan Yos Sudarso Batang, sebelah Utara jembatan Sipung, belakang Gudang Piletan, pinggir sawah. Tutupnya. ***(Bono)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : butuh uluran tanganmengemisterpaksa mengemis