Pemalang, Wartadesa. – Seorang warga yang sedang memancing di Kali Polaga, Desa Pedagung, Kecamatan Bantarbolang, Pemalang keli (terseret air) saat banjir bandang tiba-tiba datang. Untuk menghindari ia terseret air bah yang deras, ia pun berlari dan memanjat pohon kelapa yang ada disekitarnya. Sabtu (01/01) sore. Namun saat hendak melompat ke ban yang diberikan untuk membantunya, ia teseret air dan hingga kini masih belum ditemukan.
Menurut keterangan Tim Reaksi Cepat BPBD Pemalang, Firdaus, korban bernama Cipto (36). Saat ia sedang memancing di Kali Polaga, air datang tiba-tiba, dan secara refleks ia memanjat pohon kelapa,
“Korban tidak menyadari datangnya banjir bandang, lalu refleks memanjat pohon untuk menyelamatkan diri dan berteriak minta tolong. Kemudian ada warga yang melihat serta mendokumentasikannya,” kata Firdaus mengutip laporan radartegal.com.
Air deras yang mengalir di bawah pohon kelapa membuat warga kesulitan untuk menolongnya. Pukul 17.30 WIB warga membawa ban dalam truk untuk menolongnya. “Tapi tiba-tiba korban melompat ke sungai sebelum mencapai tepian sungai dan masuk ke pusaran air,” sambung Firdaus.
Firdaus menyebut bahwa Cipto bertahan di atas pohon kelapa sekitar satu jam. Korban hingga pagi ini masih dinyatakan hilang, pencarian hingga malam tadi belum membuahkan hasil.
“Pencarian dilanjutkan besok hari sekitar pukul 09.00 WIB. Kita akan opsar dari Desa Pedagung,” pungkas Firdaus. (Sumber: Radar Tegal)










