Pemalang, Wartadesa. – Enam orang Anak Buah Kapal (ABK) asal Kabupaten Pemalang dan satu orang lagi asal Demak, terlantar di sebuah kontrakan dekat Masjid Al-Aqsa Merauke, Papua. Ketujuh ABK tersebut diminta turun oleh tekong (juragan toke) dan tidak diperbolehkan makan dari hasil melautnya.
ABK asal Kabupaten Pemalang teridentifikasi atas nama Agus Maulana warga Glintang Utara RT 01/08 Bojongbata; Nuroso warga Glintang Utara RT 002/00 Bojongbata; Mulyanto warga Glintang Selatan RT04/10 Bojongbata; Asep Sumantiri warga RT002/009 Bojongnangka; Aji Prayitno warga 003/001 Sugihwaras, dan Robi Saputra warga 001/008 Bojongbata.
Sementara ABK asal Demak bernama Sudarmono warga RT/RW: 01/01 Kelurahan Blerong Kec.Guntur Demak.
Salah satu ABK, Agus Maulana mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya diminta turun dari kapal tempat mereka bekerja. Kondisi mereka sering kelaparan dan tidak diberikan gaji oleh tekongnya.
“Kadang kami hanya makan nasi putih lauknya hanya pake garam, padahal ada ikan dan cumi hasil pancingan tapi tekong kami melarang untuk dimakan, sampai saya pernah keracunan makanan, dan gaji kami tidak dibayar” kata Agus dikutip dari laporan lintas berita patroli.
Agus menambahkan, setelah diminta turun dari kapal, ketujuh ABK tinggal di kamar kontrakan, menunggu kejelasan nasib mereka untuk segera dipulangkan.
Untuk menyambung hidup ketujuh personel ABK tersebut, mereka menjual ponsel. “Saya tidak tau harus bagaimana, disini saja untuk menyambung hidup sampai kami jual hp (ponsel), buat sewa kontrakan dan buat makan sehari-hari,” Tutur Agus.
Agus menyebut tidak mungkin meminta para anggota keluarga untuk membeli tiket kepulangan para ABK lantaran kondisi keluarga mereka di kampung kesusahan. (Sumber: Headline News Pemalang)










