close
pengungsi

Pekalongan, Wartadesa. – Banjir parah kembali dialami warga Pekalongan, hujan sejak Ahad hingga Senin (23-24/02) ini mengakibatkan jumlah pengungsi makin bertambah. Diantara mereka mulai terserang penyakit, seperti gagal-gatal.

Warga Kelurahan Tirto yang terendam hingga sepinggang orang dewasa memilih mengungsi di beberapa tempat. Tercatat hingga pagi tadi, jumlah pengungsi di Masjid Al-Karomah sebanyak 500 orang, sedang jumlah pengungsi di Masjid Dupantex sebanyak 109 orang.

Beberapa diantara mereka mengeluhkan penyakit seperti gatal, batuk, pilek, pusing dan demam. Bahkan ada dua balita yang terserang diare lantaran masuk angin.

Pengungsi yang mengalami sakit mendapatkan pelayanan kesehatan dari Dinas Kesehatan dan PMI Kabupaten Pekalongan. Namun demikian belum ada pengungsi yang dilarika ke rumah sakit. “Untuk kondisi pengungsi saat ini sehat-sehat,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro.

Sementara itu, jumlah pengungsi di   Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat sebanyak 97 orang. Banjir menggenangi sejumlah wilayah permukiman di Kota Pekalongan antara lain Kecamatan Pekalongan Utara merata mulai 20-70 cm, Kecamatan Pekalongan Barat yakni Kelurahan Tirto dan Pasirkratonkramat 50-70 cm dan kelurahan lainnya merata 10-50 cm, Kecamatan Pekalongan Timur sebagian tergenang 10-50 cm, dan Kecamatan Pekalongan Selatan di beberapa titik. (Eva Abdullah)

Tags : banjirPekalonganpengungsi