WARTA DESA, SIWALAN – Keberadaan kandang bebek milik desa di Desa Pait, Kecamatan Siwalan, menjadi polemik serius. Kandang yang menampung sekitar 500 ekor bebek tersebut dikeluhkan warga karena lokasinya yang terlalu dekat dengan pemukiman dan, yang paling parah, berhimpitan dengan area Sekolah Dasar (SD).
Keluhan utama yang disampaikan warga adalah bau menyengat yang dihasilkan dari limbah kandang. Aroma tak sedap ini dilaporkan sering terbawa angin dan masuk langsung ke ruang-ruang kelas sekolah.
“Menurut keluhan orang tua murid, aroma tak sedap dari kandang sering terbawa angin ke ruang kelas, sehingga membuat anak-anak sulit berkonsentrasi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung,” demikian disampaikan salah satu perwakilan warga.
Bahkan, beberapa guru dikabarkan telah menyampaikan keberatan secara lisan, karena kondisi bau yang mengganggu telah mengurangi kenyamanan lingkungan pendidikan.
Bau dan Jalan Rusak, Ketidaknyamanan Ganda
Ketidaknyamanan warga tidak hanya disebabkan oleh bau. Warga sekitar turut merasakan dampak buruk dari kerusakan jalan di area dekat kandang. Jalan yang berlubang dan menjadi becek saat musim hujan memperparah situasi. Kombinasi jalan rusak dan bau menyengat pada pagi dan sore hari menciptakan ketidaknyamanan ganda bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Masyarakat Desa Pait kini mendesak Pemerintah Desa untuk segera mengambil langkah konkret. Ada tiga tuntutan utama dari warga:
-
Relokasi Kandang: Memindahkan kandang bebek ke lokasi yang lebih layak dan jauh dari fasilitas umum, terutama sekolah.
-
Pengelolaan Limbah: Menerapkan sistem pengelolaan limbah kandang yang jauh lebih baik untuk menekan bau.
-
Perbaikan Akses Jalan: Memperbaiki segera akses jalan yang rusak dan berlubang di sekitar lokasi.
Warga menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, mengingat lingkungan sekolah seharusnya menjadi prioritas utama dalam hal kenyamanan dan kebersihan. Masyarakat Desa Pait menanti respons cepat dari pemerintah desa maupun kecamatan demi memastikan proses belajar mengajar anak-anak tetap sehat dan kondusif. (Susandi)










