PEKALONGAN, WARTADESA. — Pagi itu, Jumat (11/09/2026), tiga orang panitia pengurugan lapangan Desa Dadirejo, Kecamatan Tirto, Pekalongan, tampak berdiri di tepi lapangan. Pandangan mereka tertuju pada akses jalan masuk, menanti kedatangan alat berat dozer yang akan meratakan gundukan tanah urug.
Di sisi utara, tanah cokelat sudah menumpuk, menyelimuti sebagian area yang selama ini dikenal kerap tergenang bak area pertanian saat musim hujan. Sementara di sisi seberang, tampak cekungan tanah yang cukup dalam—bekas pengerukan tanah bengkok desa yang sengaja diambil untuk menimbun lapangan tersebut.
Lapangan ini punya peran penting bagi warga lokal maupun tingkat kecamatan. Selain menjadi ruang publik desa, area ini rutin digunakan sebagai lokasi perkemahan Pramuka. Namun, kondisinya yang rendah kerap membuat kegiatan terganggu akibat genangan air.
“Pengurukan ini targetnya minimal peninggian 25 sentimeter,” ujar Toni, salah satu panitia pengurugan di lokasi.
Toni menjelaskan bahwa proses pengerjaan sudah berjalan selama 11 hari dan ditargetkan rampung pada Jumat depan. Pembatasan waktu pengerjaan hingga total 15 hari ini dilakukan secara ketat untuk menekan biaya operasional.
“Kalau mulur-mulur waktu, dananya juga nambah,” tegas Toni.
Menariknya, pengerjaan proyek senilai sekitar Rp70 juta ini sama sekali tidak menggunakan APBDes atau Dana Desa. Seluruh pembiayaan murni bersumber dari kemandirian dan keswadayaan warga.
Sekitar Rp32 juta hingga Rp35 juta didapat dari hasil pengelolaan kegiatan perkemahan sebelumnya, seperti pendapatan parkir. Sisanya ditutup dari patungan swadaya masyarakat, termasuk kontribusi para pelaku usaha kecil setempat yang mendambakan fasilitas publik yang lebih layak.
Proyek ini juga membawa manfaat ganda (sekali mendayung dua-tiga pulau terlampaui). Tanah urugan diambil dari tanah bengkok desa yang rencananya akan dialihfungsikan. Cekungan bekas pengerukan tersebut nantinya ditata menjadi kolam pemancingan umum.
Dengan meratanya permukaan lapangan kelak, panitia berharap area ini tidak hanya bebas banjir saat perkemahan, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk turnamen olahraga desa guna menggeliatkan perekonomian warga serta UMKM sekitar. ***










