close
EkonomiJalan-jalan

Berburu kesegaran di surga kolang-kaling Lebakbarang

kolang kaling
Warga Desa Sidomulyo Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan sedang mengolah buah kolang-kaling.

Siapa yang tidak kenal Lebakbarang. Sebuah kecamatan di Selatan Kabupaten Pekalongan yang dikenal juga sebagai sentra penghasil kolang-kaling. Bagi sebagian warga, Lebakbarang merupakan surganya pohon aren, penghasil buah kolang-kaling. Pohon aren akan banyak dijumpai di sepanjang Lebakbarang, baik yang ditanam oleh warga maupun di hutan, yang tumbuh subur, meski tidak ada yang menanam maupun merawatnya.

Untuk menikmati segarnya kolang-kaling dengan melihat proses pemetikan, pembersihan hingga pengolahan. Anda cukup datang ke desa-desa di Lebakbarang yang dikenal sebagai penghasil camilan  kenyal berbentuk lonjong dan berwarna putih transparan dan mempunyai rasa yang menyegarkan. Ada tiga desa yang dikenal dengan kebun pohon aren, yakni Desa  Sidomulyo, Timbangsari dan Pamutuh.

Kolang-kaling yang dalam bahasa Belanda biasa disebut glibbertjes atau “benda-benda licin kecil” ini diolah dari biji pohon aren (Arenga pinnata) yang berbentuk pipih dan bergetah.  Untuk membuat kolang-kaling, para perempuan Lebakbarang biasanya membakar buah aren sampai hangus, kemudian diambil bijinya untuk direbus selama beberapa jam. Biji yang sudah direbus tersebut kemudian direndam dengan larutan air kapur selama beberapa hari sehingga terfermentasikan. Setelah itu baru bisa kita nikmati dengan beragam resep yang enak dan segar.

Kolang-kaling memiliki kadar air sangat tinggi, hingga mencapai 93,8% dalam setiap 100 gram-nya. Selain itu juga mengandung 0,69 gram protein, 4 gram karbohidrat, serta kadar abu sekitar satu gram dan serat kasar 0,95 gram. Selain memiliki rasa yang menyegarkan, mengonsumsi kolang kaling juga membantu memperlancar kerja saluran cerna tubuh manusia.

Kandungan karbohidrat yang dimiliki kolang kaling bisa memberikan rasa kenyang bagi orang yang mengonsumsinya, selain itu juga menghentikan nafsu makan dan mengakibatkan konsumsi makanan jadi menurun, sehingga cocok dikonsumsi sebagai makanan diet. Kolang-kaling juga bermanfaat untuk mengobati nyeri sendi dan mengandung kalsium sama dengan tulang sapi. Kandungan mineral seperti protasium, iron, kalsium mampu menyegarkan tubuh dan memperlancar proses metabolisme tubuh.

Salah satu produsen buah yang menjadi camilan favorit disaat bulan puasa, yang ditemui Wartadesa adalah Waris (55), warga Desa Sidomulyo Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan. Ditemui di rumahnya, dia mengatakan, kolang kaling akan mengalami puncak permintaan pasar pada bulan ramadhan. “Pada bulan ramadhan kolang-kaling laris sekali. Saya bisa jual perkilonya bisa sampai Rp 8000, kalau hari-hari biasa, kurang dari segitu (harganya).” Katanya, Ahad (22/07).

Waris mengaku buah kolang-kaling yang diproduksinya dijual ke pengepul. “Kolang-kaling yang saya produksi, saya jual ke pengepul, tapi kadang ada beberapa warga seperti tetangga atau kawan beli langsung kerumah saya,” lanjutnya.

Menurutnya, pohon kolang-kaling tumbuh banyak di hutan didesanya,   tanpa harus di tanam.

Harnani, salahsatu warga setempat mengamini pernyataan Waris, kalau didesanya, kolang-kaling sangat potensial untuk dikembangkan. “Di desa saya kolang-kaling memang tumbuh subur, dan bisa menjadi tambahan pendapatan warga. Mbah Waris contohnya, beliau menggeluti produksi kolang-kaling sejak anaknya masih kecil masih SD, sampai sekarang sudah memiliki cucu  yang sudah duduk dibangku SMA.” Kata perempuan yang biasa disapa Nani ini.

Nani mengungkapkan bahwa kolang-kaling produksi Desa Sidomulyo memiliki rasa yang khas, yang tidak dimiliki oleh produksi kolang-kaling desa lainnya. “Bagi warga yang kebetulan melewati desa saya, silahkan kalau mau beli oleh-oleh jajanan lokal, bisa mencoba kolang-kaling dari desa saya yang memiliki rasa khas,” pungkas Nani, (Eva Abdullah) 

 

Terkait

[caption id="attachment_1441" align="aligncenter" width="803"] Calon penerima PKH di Kecamatan Kedungwuni divalidasi, Rabu (19/10). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Kedungwuni, Wartadesa - Read more

Video: Jembatan Pantianom Sragi rusak parah

https://youtu.be/5a-RUxZT9IQ Rusak parah. Jembatan Pantianom yang menghubungkan kecamatan Sragi dan kecamatan Bojong kondisinya memprihatinkan, rusak parah dan belum ada perbaikan. Read more

Warga Keluhkan Harga Cabai Meroket

Meroket. Harga cabai melonjak naik, demikian dituturkan Anik, pedagang cabai di Pasar Induk Kajen (27/11). Foto: Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : kolang-kalinglebakbarang