PEKALONGAN, Warta Desa – Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) terus memacu kreativitas mahasiswanya untuk menembus kancah nasional. Langkah ini diwujudkan melalui gelaran Coaching Clinic Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026 yang dilaksanakan di Gedung Rektorat Lantai 7, Rabu (5/3/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi ini menghadirkan Lia Dwi Prafitri, SST., MPH sebagai narasumber utama. Fokus utamanya adalah membekali mahasiswa dengan strategi jitu menyusun proposal agar lolos seleksi administratif dan substansi.
Pentingnya Pengalaman di Luar Kuliah
Wakil Rektor III UMPP, Aslam Fatkhudin, S.Kom., M.Kom., saat membuka acara menekankan bahwa PKM adalah wadah prestisius bagi mahasiswa untuk berkembang. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh hanya terpaku pada rutinitas perkuliahan di dalam kelas.
“Mahasiswa harus aktif mengikuti berbagai kegiatan kampus agar memiliki pengalaman yang lebih luas serta mampu mengembangkan potensi diri. PKM ini adalah peluang besar untuk meraih prestasi di tingkat nasional,” ujar Aslam.
Teknis Penulisan: Tantangan Utama Kelolosan Proposal
Dalam sesi materi, Lia Dwi Prafitri mengungkapkan fakta menarik bahwa banyak proposal dengan ide brilian justru gugur di tahap awal karena meremehkan aspek teknis. Ia menegaskan bahwa hal pertama yang diperhatikan oleh penilai adalah kesesuaian sistematika penulisan atau layout. Jika format penulisan, jumlah halaman, hingga margin tidak sesuai dengan pedoman yang berlaku, maka proposal tersebut dapat gugur bahkan sebelum isinya sempat dinilai secara mendalam.
Selain masalah teknis, Lia juga menyoroti pentingnya ketepatan dalam menentukan skema program agar mahasiswa dapat membedakan dengan jelas antara program yang bersifat profit maupun non-profit. Mahasiswa diharapkan tidak hanya berangkat dari ide kelompok semata, melainkan harus mampu menonjolkan kebutuhan nyata dari mitra atau sasaran program sehingga kegiatan yang dirancang memberikan manfaat konkret bagi masyarakat. Tidak kalah penting, penyusunan anggaran juga harus dilakukan secara realistis dengan menyesuaikan kebutuhan di lapangan serta harga pasar yang berlaku saat ini.
Berbagi Pengalaman dan Antusiasme
Acara juga diperkaya dengan sesi berbagi pengalaman dari mahasiswa Program Studi S1 Manajemen yang sebelumnya mengikuti asistensi di LLDIKTI Wilayah VI Semarang. Mereka memberikan tips praktis mengenai strategi pemilihan skema yang tepat agar tidak terjadi kekeliruan saat proses pengajuan proposal.
Antusiasme peserta terlihat jelas pada sesi diskusi dan tanya jawab, di mana mahasiswa berkonsultasi mengenai detail penyusunan anggaran hingga cara mempertajam ide agar lebih kompetitif. Melalui kegiatan Coaching Clinic ini, UMPP berharap jumlah proposal yang diajukan tahun ini meningkat secara kuantitas dan kualitas, sehingga semakin banyak delegasi dari Pekalongan yang mampu berbicara di tingkat nasional. (Davina Zafa)










