close

Kesehatan

KesehatanLayanan Publik

Dua warga Comal positif Covid-19 jalani isolasi mandiri

pemudik

Pemalang, Wartadesa. – Bupati Pemalang, Junaedi mengumumkan dua warganya terpapar Covid-19. Jum’at malam (8/5) di Pendopo Kabupaten Pemalang. Selain dua orang yang terpapar Korona, Junaedi juga mengumumkan lima orang warganya sembuh.

Baca: Lima Warga Pemalang Sembuh dari Covid-19

“Perlu saya informasikan bahwa pada malam hari ini Jum’at (8 /05) ada tambahan warga terkonfirmasi positif di Kabupaten Pemalang dari hasil swab yang dilakukan oleh tim, khususnya dari laboratorium kesehatan yaitu ada dua orang yang terkonfirmasi positif yaitu warga Kecamatan Comal,” kata Junaedi.

Lebih lanjut Junaedi menyebut, mereka adalah NA, perempuan berusia 52 tahun dan NI, perempuan berusia 53 tahun, “kedua orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut akan menjalani perawatan dan melakukan isolasi mandiri dirumah.” Lanjut Junaedi.

Diberitakan sebelumnya, pasien sembuh dari Covid-19 di Pemalang bertambah lima orang. Total 19 warga Kota Ikhlas telah dinyatakan terbebas dari virus tersebut.

Lima orang yang sembuh tersebut merupakan warga yang diisolasi dan dirawat intensif di Gedung PGRI Pemalang. Lima orang tersebut terdiri dari W (68) warga Kecamatan Comal, S (39) warga Comal, A (18) warga Kecamatan Bantarbolang, inisal S (20) warga Kecamatan Bantarbolang. Empat pasien berjenis kelamin perempuan, sedangkan satu pasien berjenis kelamin laki-laki.

“Syukur alhamdulillah, malam ini perlu kami sampaikan kabar gembira bahwa ada lima warga kita (Pemalang) yang sembuh dari virus corona. Ini berdasarkan hasil tes Swab ulang yang sudah memastikan, kelima pasien ini negatif,” ungkap Junaedi saat menggelar konfrensi pers, Jumat malam (08/05).

Dengan penambahan warga yang sembuh dari Covid-19, di Pemalang kini menyisakan empat orang pasien masih dirawat.  Kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat berjumlah 91 orang dengan rincian, 39 orang masih dalam pengawasan, 41 dinyatakan selesai dan sembuh, dan 11 orang meninggal dunia.

Menurut salah satu pasien sembuh, Arifin, selama dalam masa isolasi selalu menerapkan pola hidup sehat. Olahraga, berjemur, asupan nutrisi yang baik, dan yang paling penting menjauhkan pikiran negatif.

Sementara itu,  Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pemalang,  Tetuko Raharjo, memberikan ucapan selamat dengan menyerahkan bunga. “Yang penting setelah pulang jangan keluar dulu, tetap lakukan isolasi mandiri dirumah 14 hari,” pungkas Tetuko. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Lagi! Lima warga Pemalang sembuh dari Covid-19

pemudik

Pemalang, Wartadesa. – Pasien sembuh dari Covid-19 di Pemalang bertambah lima orang. Total 19 warga Kota Ikhlas telah dinyatakan terbebas dari virus tersebut.

Lima orang yang sembuh tersebut merupakan warga yang diisolasi dan dirawat intensif di Gedung PGRI Pemalang. Lima orang tersebut terdiri dari W (68) warga Kecamatan Comal, S (39) warga Comal, A (18) warga Kecamatan Bantarbolang, inisal S (20) warga Kecamatan Bantarbolang. Empat pasien berjenis kelamin perempuan, sedangkan satu pasien berjenis kelamin laki-laki.

“Syukur alhamdulillah, malam ini perlu kami sampaikan kabar gembira bahwa ada lima warga kita (Pemalang) yang sembuh dari virus corona. Ini berdasarkan hasil tes Swab ulang yang sudah memastikan, kelima pasien ini negatif,” ungkap Junaedi saat menggelar konfrensi pers, Jumat malam (08/05).

Dengan penambahan warga yang sembuh dari Covid-19, di Pemalang kini menyisakan empat orang pasien masih dirawat.  Kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat berjumlah 91 orang dengan rincian, 39 orang masih dalam pengawasan, 41 dinyatakan selesai dan sembuh, dan 11 orang meninggal dunia.

Menurut salah satu pasien sembuh, Arifin, selama dalam masa isolasi selalu menerapkan pola hidup sehat. Olahraga, berjemur, asupan nutrisi yang baik, dan yang paling penting menjauhkan pikiran negatif.

Sementara itu,  Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pemalang,  Tetuko Raharjo, memberikan ucapan selamat dengan menyerahkan bunga. “Yang penting setelah pulang jangan keluar dulu, tetap lakukan isolasi mandiri dirumah 14 hari,” pungkas Tetuko. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

10 tenaga medis terpapar Korona di Pemalang sembuh

pemudik

Pemalang, Wartadesa. –  Kabar gembira! 10 tenaga medis di Pemalang yang sebelumnya terpapar Korona (Covid-19) dinyatakan sembuh. Demikian disampaikan Junaedi, Bupati Pemalang, sekaligus Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19, Kamis (07/05).

Dalam konferensi pers tersebut, Junaedi mengatakan bahwa  10 tenaga medis yang sebelumnya positif Covid-19 akhirnya dinyatakan sembuh setelah hasil swab ulangnya keluar. “Sepuluh tenaga medis tersebut telah dilakukan tes swab sebanyak dua kali dan dinyatakan negatif.” Ujar Junaedi.

“Alhamdulillah tenaga medis yang merupakan garda terdepan penaganan virus corona terdektesi positif, pada malam ini semuanya dinyatakan negatif,” lanjut Junaedi.

Kesepuluh tenaga medis yang sembuh tersebut yaitu M perempuan (25) asal Sumatera Selatan, C perempuan (25) asal Jakarta, S laki- laki (24) asal Jakarta Pusat, M perempuan (23) asal Purwokerto, M perempuan (24) asal Jakarta, D laki laki (24) asal Pontianak, B laki- laki (24) asal Bandung, W laki-laki (34) asal Pemalang, I, laki-laki asal Pemalang dan satu warga dari Warungpring, A (65).

“Untuk sementara 7 tenaga medis sedang dilakukan pemulihan di salah satu rumah sakit, dan 3 lainnya menjalani karantina mandiri,” ujar Junaedi.

Junaedi yang juga Ketua Gugus Tugas Penaganan Covid-19 Kabupaten Pemalang ini juga mengumumkan ada salah satu Pasien Dalam Perawatan (PDP) dengan inisial A, laki-laki warga Warungpring, dinyatakan negatif setelah sesuai hasil uji swab. “Satu orang PDP negatif, dan segera dipulangkan untuk menjalani karantina mandiri,” kata Junaedi.

Dengan penambahan sepuluh pasien tersebut, total pasien sembuh dari Covid-19 di Kabupaten Pemalang menjadi 14 orang dan meninggal dunia satu orang.  “Tujuh orang diantaranya segera akan dipulangkan untuk menjalani pemulihan sebagaimana prosedur yang ditentukan, sedangkan 3 orang lainnya akan mengakhiri karantina mandiri,” pungkas Junaedi. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Kepala Dinas PU Kabupaten Pekalongan beserta dua orang lainnya dinyatakan sembuh

asip

Kajen, Wartadesa. – Setelah sebemumnya satu orang suspek Korona, seorang pemuda asal Kecamatan Kesesi dinyatakan sembuh. Kini bertambah dua orang yang dinyatakan sembuh, yakni Kepala DPU Kabupaten Pekalongan beserta istri. Total tiga orang warga Kabupaten Pekalongan dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Sebelumnya, satu orang saspek (suspect) Korona (Covid-19) warga Kesesi, Kabupaten Pekalongan dinyatakan sembuh, setelah menjalani perawatan. Hal tersebut dinyatakan oleh Setiawan Dwi Antoro, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Kamis (30/04).

Setiawan menyebut bahwa pihaknya bersyukur ada pasien Korona yang sembuh. “Iya Alhamdulillah ada warga di Kesesi sudah sembuh Korona,” katanya.

Diketahui, warga Kesesi berjenis kelamin laki-laki berusia 27 tahun dinyatakan positif Korona sejak 20/04 lalu. Setelah menjalani perawatan medis. “Kepastian kesembuhan pasien ini didapat setelah hasil lab yang dijalani ternyata hasilnya negatif.” Lanjut Setiawan.

Hari ini, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengatakan bahwa  akhirnya tiga pasien covid19 di Kabupaten Pekalongan sembuh setelah melalui berbagai perawatan dan keprotokoleran,

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, atas adanya hal ini pihaknya sangat merasa bersyukur kepada Allah SWT. Selain itu pihaknya juga mengapresiasi atas kerja keras semua pihak khususnya tim medis sehingga pasien covid19 ini bisa sembuh.

“Tiga pasien covid19 yang sembuh ini adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) beserta istri dan satu pasien asal Kesesi, ” ucapnya.

Asip menambahkan bahwa mulai hari ini Kepala DPU sudah melakukan aktivitas kantor.  (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Tiga tenaga medis di Batang positif Korona

wihaji

Batang, Wartadesa. – Tiga orang tenaga medis dinyatakan positif Korona setelah menjalani swab tes. Sebelumnya  24 tenaga medis di Rumah Sakit Qolbun Insan Mulia (QIM) Batang menjalani rapid tes dan dinyataan positif Covid-19. Demikian disampaikan oleh Bupati Batang, Wihaji, Rabu (06/05) dalam konferensi pers di Posko Percepatan Penanganan Covid-19.

Wihaji mengatakan, setelah dilakukan swab tes, dari 24 tenaga medis tersebut, tiga orang perawat terkonfirmasi positif da tujuh orang negatif. “Setelah dilakukan tes swab, dari 24 tenaga medis tersebut, tiga orang perawat terkonfirmasi positif dan tujuh orang negatif Covid-19,” lanjut Wihaji.

Kepada tujuh orang tenaga medis yang hasilnya negatif, Wihaji meminta agar mereka melakukan tes swab ulang hingga tiga kali untuk memastikan hasilnya.

Menurut Wihaji, dari ketiga tenaga medis yang terpapar Covid-19 tersebut berasal dari Kecamatan Bawang, Banyuputih dan Kandeman. Ketiganya merupakan OTG (Orang Tanpa Gejala). “Oleh karena itu, hari ini sudah kita mulai tracking dan sudah kita nyatakan enam kecamatan masuk dalam zona merah, yang sebelumnya sudah masuk dulu Kecamatan Batang, Tulis, Limpung,” ujar Wihaji.

Wihaji meminta warga untuk mematuhi protokol kesehatan.  “Kalau masyarakat bandel tidak mengikuti protokol kesehatan, tenaga medis kita dan rumah sakitnya kewalahan,” pungkas Wihaji. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Posko Karantina Covid-19 Blado dikeluhkan

karantina

Batang, Wartadesa. – Pelayanan petugas kesehatan maupun penjaga piket di Posko Karantina Covid-19 di gedung SMP Negeri 1 Blado dikeluhkan oleh warga. Pasalnya warga yang menjalani karantina di gedung tersebut dan berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) merasa kurang diperhatikan, utamanya dalam penyediaan makan sehari-hari. Saat ini, kebutuhan makan ditalangi oleh Kepala Desa Blado, lantaran belum ada pencairan dana dari pemerintah.

Purwanto warga asal Desa Bawang, dan Siswo Slamet warga Desa Blado, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, mengeluhkan layanan petugas di posko tersebut. “Kurangnya perhatian dari petugas dan untuk pemberian makan warga yang dikarantina, saat ini ditalangi oleh Kepala Desa Blado Caryoso, karena belum adanya pencairan dana dari pemerintah.” Ungkapnya.

Ruang tidur karantina Posko Covid-19 Kecamatan Blado di SMPN1 Blado. Foto: Wahyani

Purwanto menambahkan, seharusnya petugas memberikan pelayanan dan penanganan warga yang mudik dengan melakukan pemeriksaan oleh dinas kesehatan setempat, sehingga bisa dilakukan pencegahan dini terkait warga yang berstatus ODP di Kecamatan Blado. “Ada deteksi dini bila ada warga yang positif Korona,” lanjutnya.

Menurut Purwanto, petugas kurang tegas dalam pencegahan Covid-19 di Kecamatan Blado, meski banyak pemudik di wilayah tersebut, namun hanya dua orang yang dikarantina di gedung SMPN1 Blado. “Meski ada warga yang memilih karantina mandiri, namun perlu ada pendataan dari petugas dan dilakukan rapid tes untuk mengetahui status ODP tersebut,  setidaknya gara pencegahan Covid-19 di Kecamatan Blado lebih maksima.” Tuturnya.

Purwanto berharap fasilitas di Posko Penanganan Covid-19 di gedung SMPN1 Blado lebih ditingkatkan, utamanya untuk kebutuhan hidup warga yang dikarantina. (Wahyani)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Pemkab Batang akan salurkan BLT pekan depan

pprt

Batang, Wartadesa. –  Bupati Batang, Wihaji mengungkapkan bahwa Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga terdampak Covid-19 di Kabupaten Batang akan dibagikan pekan depan. Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan verifikasi data.

“Untuk data calon penerima BLT saat ini sedang kita verifikasi, dan Minggu depan akan dibagikan ke warga yang berhak menerimanya,” ujar Bupati Batang, disela-sela menerima bantuan masker dari Paguyuban Pengurus Rukun Tetangga (PPRT), di posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Senin (4/5/2020).

Menurut Wihaji, data penerima BLT merupakan usulan dari RT, lantaran ketua RT menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 dan yang paling tahu suasana kebatinan warga terdampak.

Bupati meminta agar ketua RT bersama-sama mencegah penyebaran virus Korona dan segera melaporkan warganya yang mudik ke Posko Gugus Tugas untuk melakukan cek kesehatan dan karantina. “Tolong RT bisa tengok kanan kiri tetangganya, kalau ada warganya ndak bisa makan tolong. Kalau ndak bisa, lapor ke Gugus Tugas, pasti kita bantu ,” pinta Wihaji.

Dalam kesempatan tersebut, Perkumpulan Rukun Tetangga Kabupaten Batang melakukan kegiatan bakti sosial dengan menyerahkan 1.150 masker kepada Bupati Batang Wihaji,selaku ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Zaenal Muttaqin, Ketua Badan Pendiri PPRT  dalam sambutannya berharap masker bantuan tersebut bisa sedikit membantu  masyarakat yang membutuhkan, terutama di wilayah yang sudah terkena zona merah.

”Saya sangat bangga kepada segenap Persatuan PPRT Batang, yang sudah ikut berpartisipasi dalam penanganan Covid,19 di KabupatenBatang.” Tegasnya.

Sementara, Mukhayen, Ketua PPRT Kabupaten Batang mengatakan bahwa, ”kegiatan ini dalam rangka kemanusiaan dan akan tetus di tingkatkan dalam kegiatan sosial yang lainnya. Kita harus bahu membahu bersinergi dengan masyarakat agar selalu menjaga kebersihan, agar virus ini cepat berakhir.” Ujarnya. (Eva Abdullah, Wahyani)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

DPRD Kabupaten Pemalang rekomendasikan pemberlakuan PSBB

idi pemalang

Pemalang, Wartadesa. – DPRD beserta IDI Kabupaten Pemalang merekomendasikan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya. Rekomendasi tersebut sebagai upaya untuk memutus rantai persebaran Covid-19.

Diketahui, saat ini jumlah pasien positif Korona di Pemalang sebanyak 22 orang, 18 dirawat, 3 sembuh dan 1 meninggal. Menurut Ketua DPRD Pemalang, Agus Sukoco,  rekomendasi dari DPRD dan IDI hari ini diserahkan kepada tim gugus tugas untuk dikaji.

Hasil kajian akan disampaikan kepada kementrian kesehatan sebagai permohonan pemberlakuan PSBB. Kementrian yang memutuskan PSBB bisa diberlakukan. Senin 4 Mei 2020, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) IDI.

Menurut Agus Sukoco, tren kenaikan angka positif Covid-19 yang terus naik serta terpaparnya tenaga medis sudah cukup untuk dijadikan dasar pemberlakuan PSBB di Pemalang. “Angka nya naik terus dan tidak ada yang tahu sampai kapan, saat ini sedang dalam kajian oleh dinas terkait,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh IDI melalui ketuanya, dr Damanto. Usulan pemberlakuan PSBB berdasarkan identifikasi warga Pemalang yang terpapar tapi tidak tidak menunjukan gejala (OTG), jumlahnya bisa berkali lipat dari data yang selama ini dipublikasikan.

“Kita namakan fenomena gunung es. Jadi yang tidak tampak jauh lebih besar, sedangkan test PCR dan Rapid Test juga belum maksimal selain belum menyeluruh juga butuh waktu yang lama untuk mengetahui hasilnya,” kata Darmanto. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

IDI Pemalang minta data Covid-19 dibuka

idi pemalang

Pemalang, Wartadesa. – Banyaknya kasus positif Korona di Kabupaten Pemalang membuat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pemalang meminta agar identitas pasien Orang Tanpa Gejala (OTG), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan positif Covid-19 dibuka dan diinformasikan kepada seluruh tenaga kesehatan di Kota Ikhlas.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pemalang miminta agar identitas pasien Orang Tanpa Gejala (OTG), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan positif Covid-19 dibuka dan diinformasikan kepada seluruh tenaga kesehatan di Pemalang.

“Hal ini dinilai sangat penting agar petugas kesehatan bisa mendeteksi lebih dini dan menurunkan risiko penularan.” Tutur dr Darmanto dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan anggota DPRD, Dinas Kesehatan, Direktur RSUD dan  Kordinator Gugus Tugas Covid-19 Pemalang di Ruang Paripurna DPRD Pemalang. Senin (04/05).

Hingga saat ini, lanjut Darmanto, saat ini 13 dokter telah terkonfirmasi positif Covid 19, 11 hasil positif PCR dan 2 positif rapid test. “Kasus terakhir ada dugaan pasien OTG yang menulari dokter praktek di puskesmas, ini yang membuat kita prihatin,” ungkap Darmanto.

Selain itu IDI juga meminta perhatian khusus dari pemerintah terkait fasilitas ruang isolasi bagi tenaga kesehatan. Menurutnya perhatian dibanding dengan daerah lain masih jauh.

Darmanto mengingatkan, ancaman corona di Pemalang seperti fenomena gunung es. Kasus yang teridentifikasi lebih banyak daripada kasus yang tampak, 85 persen adalah ODP dan hanya 15 persen yang mendapat perawatan kesehatan. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Satu pasien masuk rumah sakit, kondisinya memburuk dan akhirnya meninggal

pdp pemalang

Pemalang, Wartadesa. – Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pemalang, Tutuko Raharjo mengonfirmasi seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal di sebuah rumah sakit siang ini. Hal tersebut diungkapkan Tutuko, Ahad (3/5/2020) malam di pendopo kabupaten.

“Memang benar siang hari tadi, seorang laki – kali berumur kurang lebih 60 tahun meninggal di sebuah rumah sakit di wilayah Pemalang selatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Tutuko menjelaskan, PDP tersebut masuk ke rumah sakit pada hari ini dan langsung dinyatakan sebagai PDP, kemudian kondisinya memburuk, hingga pada akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Adapun pasien meninggal tersebut telah dimakamkan sore hari tadi dengan prosedur pemakaman Covid-19.

Terkait dengan tes terhadap pasien tersebut, Tutuko menyebutkan belum dilakukan tes Swab, sehingga belum bisa dipastikan positif atau tidak Covid-19.

Sebagai tindak lanjut dari kasus tersebut, Tutuko menyebut Gugus Tugas baik Kabupaten maupun kecamatan melalui jajaran medis, akan melakukan tracking kepada keluarga maupun orang yang pernah kontak dengan almarhum, sehingga bisa teridentifikasi orang- orang yang berpotensi terpapar Covid-19. (Humas Pemalang)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya