close
Sosial Budaya

Dahnil Anzar Simanjuntak: Jangan khawatir Pemuda Muhammadiyah dan Muhammadiyah dicap teroris

jangan takut dicap teroris

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Ketua Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku tak khawatir bila Pemuda Muhammadiyah dan Muhammadiyah dicap teroris karena mendampingi kasus Siyono. Justru, Muhammadiyah berhasil membuktikan bahwa Siyono memang tidak tewas karena melakukan perlawanan terhadap petugas melalui visum para dokter profesional.

Demikian terangkum dalam kegiatan Dialog Kebangsaan yang mengambil tema Peran Strategis Pemuda dalam Menghadapi Persoalan Bangsa, bersama Dahnil Anzar Simanjuntak, SE,ME. yang digelar di Masjid Darul Iman PCM Pekalongan Timur, Sabtu (11/3) malam.

Dilansir dari Radar Pekalongan, Dahnil menambahkan, “Langkah mengungkap kasus kematian Siyono serta uang Rp. 100 juta yang diberikan ke istrinya, Suratmi justru dicatat sejarah. Karena di dunia, tidak ada organisasi manapun yang berani melakukan protes terkait penanganan terduga teroris, karena takut dilabeli teroris. Kita tidak takut karena yang akan kita perjuangkan adalah integritas, kejujuran Suratmi yang berani menuntut. Itu patut dihargai,” ujarnya.

Jangan jadikan toleransi sebagai komoditas isu

Adanya fenomena dimana toleransi cenderung menjadi komoditas isu, Dahnil mengungkapkan bahwa fenomena tersebut cenderung menjadi jualan di media. “Semestinya toleransi untuk dikerjakan, bukan sekedar dipidatokan, apalagi diisukan. Saya prihatin melihat kecenderungan perdebatan dan stigmatisasi soal toleransi dan anti toleransi. Sebagai bagian dari keIndonesiaan yang majemuk, umat Islam sudah membuktikan kualitas toleransinya dalam merawat perbedaan,” tuturnya.

“Toleransi menjadi DNA kita, jadi tidak perlu diperdebatkan. Toleransi jangan hanya menjadi jargon, tetapi harus diaktualisasikan secara nyata dalam kehidupan berbangsa,” ucap Dahnil. (radarpekalongan)

Tags : Dahnil Anzar SimanjuntakMuhammadiyahPemuda MuhammadiyahterorisToleransi