close
Hukum & Kriminal

Diduga Pelaku Curanmor, Nanda Tewas di Massa Warga

bay

TANAH JAWAH (WARTADESA). – SURYA Ganda alias Nanda (20) Buruh Harian Lepas, penduduk Desa Paya Lombang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Provinsi Sumatera Utara, akhirnya meninggal dunia di rumah sakit setelah menjadi korban aniaya massa akibat di duga akan mencuri sepeda motor milik warga

kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo SIK.MH melalui Kapolsekta Tanah Jawa KOMPOL Selamat Manalu SH menjelaskan kronologi insiden berdarah yang menimpa Nanda dalam gelar Press Release di Aula Wira Pratama Polsekta Tanah Jawa jalan Sisingamangaraja No 134 Tanah Jawa Kabupaten Simalungun, Senin, (31/05/2021) pukul 16.00 WIB

Dikatakan KOMPOL Selamat Manalu, “penganiayaan terjadi di Dusun IV Pining II Desa Bosar Galugur Kecamatan Tanah jawa Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara, Selasa (25/05/2021) sekira pukul 21.00 WIB

Berawal dari M br S (32) istri salah satu pelaku aniaya, RS (32), sedang berada dalam kamar mendengar suara berisik dari dinding garasi di samping kamar tempat parkir satu (1) unit sepeda motor jenis Honda Kharisma nopol BK 2874 QL dan satu (1) unit mobil jenis Avanza

Curiga, M br S mengintip dari balik tirai jendela dan melihat ada seorang pria memakai kaus hitam dan celana Jeans warna hitam. “Spontan dia berteriak “Woiii”, membuat terduga pelaku pencobaan pencurian melarikan diri,” Terang Selamat Manalu

Mendengar teriakan istrinya, RS masuk ke kamar dan bertanya ” Ada Apa” ? dijawab M br S. “Ada yang Mau Mencuri sepeda motor. RS bergegas keluar rumah mencari pelaku. Sebentar. RS kembali lagi untuk mengambil sepeda motor dan melakukan pencarian ke arah Simpang Dusun Pining II Nagori Bosar Galugur.

Diperjalanan RS bertemu dengan pelaku lain, JS dan mengatakan, “Amangboru (Uwak-red), Tadi ada Orang yang Mau Mencuri Sepeda Motor Kami. Orangnya Lari Kesekitar Sini. Ciri Cirinya Tinggi, Memakai Kaus dan Jeans Hitam. Manatau Lewat Sini Ditangkap saja”. Sebut RS pada JS lalu kembali ke rumah.

Berlanjut. RS bersama warga sekitar desa berjalan kaki melakukan pencarian di areal kebun Ubi. Akhirnya Nanda ditemukan oleh JS lalu di giring ke rumah RS untuk ditunjukan kepada M br S. “Benar ini Orangnya yang Kulihat di Garasi tadi akan Mengambil Sepeda Motor”. Teriak M br S membenarkan ciri ciri pria yang dilihatnya di garasi samping kamar.

Mendengar pembenaran dari M br S, massa yang sudah geram tersulut emosi. Spontan menghajar Nanda hingga babak belur parah,

“MENDAPAT informasi ada pelaku pencurian dimassakan warga, Personil kita langsung terjun ke TKP”. Ujar Selamat.

Di TKP petugas mendapati dan melihat diduga pelaku pencurian sudah dalam keadaan luka luka pada bagian kepala, wajah, telinga serta sekujur tubuh lainnya dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Untuk perawatan, awalnya Nanda dilarikan ke Puskesmas Tanah Jawa lalu ke RS Balimbingan. Namun selanjutnya dirujuk ke RSUD Djasamen Saragih kota Pematangsiantar karena kondisi luka yang parah.

Tidak tertolong. Meski sempat mendapat perawatan, namun esok hari, Rabu (26/05/2021) sekira pukul 14.25 WIB, pihak rumah sakit menyatakan Surya Ganda alias Nanda telah meninggal dunia.

Atas insiden ini, awalnya pihak Polsekta Tanah Jawa mengamankan tujuh (7) di duga pelaku penganiayaan, Kamis (27/05/2021) . Setelah dilakukan pengembangan kembali mengamankan lima (5) di duga turut serta melakukan penganiyaan massal ini

“Kami telah mengamankan 12 orang, masing masing: RS (32), JS (21) GWG (20), RT (24), BS (47), AS (34), BN (21), RPS (21), TS (55), HBB (53), SS (31) serta SH (46), serta barang bukti satu (1) kaus hitam, satu (1) potong celana jeans hitam yang dipakai Nanda saat dianiaya kemudian seutas (1) tali yang digunakan para pelaku untuk mengikat korban serta satu (1) unit sepeda motor Yamaha Mio tanpa plat nomor Polisi”. Ungkap Kapolsek

Kapolsek menerangkan Pasal yang dipersangkakan kepada para pelaku penganiayasn adalah Pasal 170 ayat (2) ke-3e dari KUHPidana, “Barang siapa yang dimuka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang yang menyebabkan matinya orang tersebut, ancaman hukuman penjara selama-lamanya dua belas tahun)”.dan Pasal 351 ayat (3) dari KHUPidana, “Penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang, ancaman hukuman penjara tujuh tahun”.

Turut hadir dalam Press Realease, Kasat Reskrim AKP Rachmat Aribowo SIK.MH, Kanit Reskrim Polsek Tanah Jawa IPTU JW Saragih SH serta personil. (wd-bay)***

Terkait
Tergelincir saat Selfi di Tepi Danau Toba, Armando Ditemukan Meninggal

SIMALUNGUN (WARTADESA). - ASYIK berswafoto (selfie) bersama ibunya di tepi Danau Toba, Armando Eskiel Siboro ( warga Marubun Kecamatan Purba Read more

Sadis! Mayat Tergantung di Pohon Kopi Ternyata Korban Pembunuhan, 2 Wanita di Duga Pelaku di Tangkap

SIMALUNGUN (WARTADESA). - Kamis Gempar. Warga Dusun Huta Tinggir Desa Tano Tinggir Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara, dihebohkan temuan Read more

Diduga Lepas Pengawasan Orang Tua, Nicholas Tenggelam di Danau Toba Dusun Sibaganding

PARAPAT (WARTADESA) - NICHOLAS Silitonga, warga Gang Sempurna Kecamatan Padang Hulu Bandarsono kota Tebing Tinggi Sumatera Utara, ditemukan meninggal di dasar Read more

Dilantik Gubsu, RHS – ZW Resmi Pimpin Kabupaten Simalungun

SIMALUNGUN (WARTADESA). - BERDASAR Surat Keputusan (SK) Mendagri Nomor: 131.12-354 Tahun 2021 tentang pengesahan pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Read more

Tags : simalungun