PEKALONGAN, WARTADESA. — Pasca-kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Kecamatan Kandangserang, warga Dukuh Harjosari, Desa Bojongkoneng, Kabupaten Pekalongan, berinisiatif bergerak secara mandiri menyisir dan memadamkan sisa-sisa titik api pada Jumat (25/9/2026). Menariknya, aksi tanggap bencana ini didominasi oleh kaum ibu.
Langkah ini diambil warga setelah menemukan beberapa area yang dinilai masih rawan dan berpotensi memicu kebakaran susulan. Tanpa menunggu lama, warga berbondong-bondong menuju lokasi dengan mengandalkan peralatan seadanya, seperti galon berisi air hingga alat semprot rumput, guna menyiram bara serta titik yang masih mengeluarkan asap.
Sebelumnya, warga Harjosari bersama petugas Perhutani telah berjibaku memadamkan kobaran api utama pada malam hari agar tidak meluas ke pemukiman maupun kawasan lain. Kendati api utama berhasil dipadamkan, kondisi lahan yang masih kering meningkatkan kekhawatiran warga akan munculnya kembali kobaran api dari sisa bara tersembunyi.
Aksi gotong royong dan kesiapsiagaan ini menjadi bentuk kepedulian nyata masyarakat Harjosari dalam melindungi lingkungannya dari ancaman karhutla yang masih menghantui wilayah Kandangserang. Warga berharap seluruh titik rawan benar-benar padam total, serta mengimbau masyarakat luas untuk saling menjaga lingkungan dan segera melaporkan jika menemukan kemunculan titik api baru. (Andi Purwandi)










