WIRADESA, WARTA DESA. – Aksi protes unik sekaligus memprihatinkan dilakukan oleh warga Desa Karangjati, Kecamatan Wiradesa pada Senin, 6 April 2026. Sebagai bentuk luapan kekecewaan atas kondisi infrastruktur yang terbengkalai, sejumlah warga nekat menanami lubang-lubang di jalan rusak dengan pohon pisang. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan sebagai peringatan visual bagi para pengguna jalan sekaligus sindiran keras kepada pihak berwenang.
Kondisi jalan yang rusak parah di wilayah tersebut dinilai sudah pada tahap membahayakan. Menurut penuturan warga sekitar, lubang-lubang besar yang menghiasi jalan seringkali menjadi penyebab utama kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang melintas, terlebih saat hujan turun dan lubang tertutup genangan air.
Rohim, salah satu warga Desa Karangjati yang ikut dalam aksi tersebut, mengungkapkan bahwa penanaman pohon pisang ini bertujuan agar titik-titik kerusakan terlihat jelas oleh pengendara sehingga mereka tidak terjatuh. Ia menegaskan bahwa aksi ini dipicu oleh rasa jengah karena kerusakan jalan tersebut tak kunjung mendapat perhatian serius dari pemerintah, meski kecelakaan terus terjadi berulang kali di lokasi yang sama.
Kekecewaan warga tidak hanya ditujukan kepada pemerintah daerah, tetapi juga menyasar kinerja Pemerintah Desa Karangjati serta para wakil rakyat di DPRD. Rohim secara terbuka melontarkan kritik kepada anggota dewan, termasuk dari Fraksi PKB dan PPP yang berasal dari daerah pemilihan setempat, karena dinilai belum memberikan solusi nyata bagi konstituennya. Sebagai bentuk sindiran tambahan, warga juga menuliskan kata “kolam pancing” di sekitar lokasi kerusakan untuk menggambarkan betapa dalamnya lubang yang tergenang air tersebut.
Melalui aksi protes ini, masyarakat Desa Karangjati menuntut adanya tindakan nyata dan cepat dari pihak terkait. Mereka berharap pemerintah tidak menunggu jatuhnya korban jiwa lebih banyak lagi sebelum memutuskan untuk melakukan perbaikan. Keamanan dan keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama agar mobilitas warga dapat kembali berjalan dengan normal dan tanpa rasa takut akan kecelakaan.
Pewarta: Andi Purwandi
Editor: Buono










