close
Berita Desa

Tuntut Penanganan Banjir, Puluhan Warga Dampyak Kulon Geruduk Balai Desa Karangjompo

IMG-20251205-WA0014

Warta Desa,Pekalongan – Lebih dari 50 warga Dusun Dampyak Kulon, Desa Karangjompo, RW 05, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, menggelar aksi unjuk rasa di Balai Desa Karangjompo pada Jumat (5/12/2025) pagi. Aksi damai yang melibatkan berbagai kalangan usia, mulai dari anak muda, ibu-ibu, hingga bapak-bapak ini menuntut satu hal mendesak: pemasangan listrik untuk operasional pompa air yang selama ini masih mengandalkan dana swadaya masyarakat.

​Warga menyatakan bahwa wilayah mereka sudah bertahun-tahun menghadapi masalah banjir yang tak kunjung surut. Tanpa bantuan pompa air, genangan akan bertahan lama dan menghambat aktivitas sehari-hari.

​“Kondisi di wilayah ini perlu penanganan intensif. Banjir ini surutnya akan lama tanpa bantuan pompa air. Untuk itulah kami berharap pihak pemerintah desa jangan cuma janji-janji doang. Kami butuh hal ini ditangani secepatnya, yakni pemasangan listrik bagi pompa air,” tegas Muhammad, salah satu perwakilan warga Dampyak Kulon.

​Menanti Solusi Nyata dari Pemerintah

​Warga mengungkapkan bahwa upaya mencari bantuan sudah dilakukan hingga ke tingkat kecamatan dan DPRD Kabupaten Pekalongan, namun hasilnya masih nihil. Kebutuhan listrik untuk pompa air dinilai sangat mendesak, mengingat genangan kerap terjadi saat hujan lebat maupun air rob. Warga menilai dana swadaya tidak dapat terus diandalkan, sehingga menuntut Pemerintah Desa (Pemdes) mengambil langkah tegas.

​Aksi yang berlangsung tertib dan damai ini membuahkan hasil cepat. Pihak Pemdes Karangjompo langsung memberikan kepastian.

​“Kami apresiasi pihak Pemdes yang mau menemui warga. Kami menyambut baik keputusan cepat dari pihak Pemdes. Pemasangan listrik untuk sedotan banjir akan dilakukan pada

​Keputusan cepat ini diharapkan dapat meminimalisir terjadinya banjir di Desa Karangjompo, khususnya di RW 05.

​Harapan Jangka Panjang

​Meskipun tuntutan fasilitas listrik untuk pompa air sudah dipenuhi, warga juga berharap Pemdes segera merancang solusi jangka panjang untuk penanganan banjir di Desa Karangjompo. Genangan air kerap membanjiri jalanan hingga masuk ke rumah-rumah warga, terutama saat musim penghujan tiba.

​Aksi warga RW 05 Desa Karangjompo ini menjadi contoh positif tentang bagaimana persatuan dan kekompakan masyarakat dapat mendorong pemerintah desa untuk mengambil kebijakan yang adil dan inisiatif demi kesejahteraan warganya. (M Najmul Ula)

Terkait
Banjir terparah landa Pekalongan

Pekalongan, Wartadesa. - Wilayah Kabupaten Pekalongan dan Kota, saat ini dilanda banjir terparah. Hampir seluruh wilayah dataran rendah di wilayah Read more

Drainase buruk, Buaran hingga Ambokembang kebanjiran

Kedungwuni, Wartadesa. - Peninggian jalan dengan pengecoran setinggi 50 centimeter disepanjang jalan Podo hingga Buaran, tanpa memperbaiki saluran drainase tersebih Read more

Sembilan kelurahan terendam banjir dan rob

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Sembilan kelurahan di Kota Pekalongan terendam banjir dan rob akibat hujan sejak Rabu (31/01) sore hingga Read more

Puluhan hektar sawah di Pekalongan terancam gagal panen

Siwalan, Wartadesa. - 26 hektar sawah di Desa Tengengwetan Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan terendam banjir sejak Kamis (01/02) lalu. Meski Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : banjirDemo