Pemalang, Wartadesa. – Empat rumah ludes dilahap si jago merah gara-gara lampu teplok yang dinyalakan mbok Tamiyah (80), warga Desa Mereng Kecamatan Warungpring Kabupaten Pemalang membakar rumah mbok Tamiyah, Ahad (12/11).
“Kebakaran dipicu oleh lampu teplok yang dinyalakan oleh nenek Tamiyah (80) karena listrik padam,” jelas Kapolsek.
Nenek Tamiyah, diketahui hidup seorang diri di Desa Mereng, Kec. Warungpring, Kab. Pemalang.
“Setelah menyalakan lampu teplok pada pukul 17.30, nenek Tamiyah ketiduran. Pukul 01.30 dini hari dia terbangun dan melihat api sudah membakar rumahnya,” tambahnya.
Melihat api yang membesar, nenek Tamiyah langsung keluar rumah dan meminta pertolongan warga sekitar.
Berdasarkan keterangan saksi di tempat kejadian, malam itu angin bertiup kencang hingga api dengan cepat menjalar ke rumah lainnya berada di dekat rumah nenek Tamiyah yang kebetulan terbuat dari bahan yang mudah terbakar.
“Empat rumah yang terbakar milik nenek Tamiyah, Kodim, Musriah dan Fathori,” tutur AKP Abdul Mukti.
Anggota Polsek Warungpring dan warga berusaha memadamkan api. Tak berselang lama, Pemadam Kebakaran datang.
“Dalam waktu du jam kami berhasil memadamkan api tersebut. Kerugian material ditaksir sekita Rp 250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah),” tambahnya.
Dari hasil penyelidikan polisi, di tempat kejadian tidak ditemukan indikasi tindak pidana, dan kebakaran murni dipicu karena lampu teplok. Ditambah lagi, rumah nenek Tamiyah dan rumah lainnya yang terbakar masih semi permanen dan terbuat dari bahan-bahan mudah terbakar, menyebabkan api dengan cepat melahap rumah.
Kapolsek Warungpring juga menghimbau kepada warga untuk lebih berhati-hati apabila listrik mati dan menyalakan lampu teplok ataupun lilin dan sejenisnya agar tidak terjadi kejadian serupa.










