Oleh: Mita Amelia
PENDAHULUAN
Pembangunan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ekonomi dan teknologi, tetapi juga oleh kualitas kesehatan masyarakatnya. Masyarakat yang sehat memiliki kemampuan yang lebih baik untuk belajar, bekerja, beraktivitas, serta berkontribusi dalam pembangunan. Hal tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, yang berfokus pada upaya memastikan kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua orang pada setiap usia. Kesehatan juga menjadi salah satu aspek penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 (Howden-Chapman et al., 2017).
Mahasiswa dapat mengambil bagian dalam menghadapi persoalan tersebut melalui tindakan sederhana maupun kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama. Edukasi kesehatan, kampanye pola hidup sehat, kegiatan olahraga, pengabdian masyarakat, penelitian, hingga pemanfaatan teknologi dapat menjadi bentuk kontribusi mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi mengenai kesehatan, tetapi juga dapat menjadi penggerak perubahan di lingkungan kampus dan masyarakat.
PEMBAHASAN
Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang sehat untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Generasi yang sehat akan memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang secara optimal dan berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan. Sebaliknya, permasalahan kesehatan yang tidak ditangani dapat memengaruhi kualitas hidup dan produktivitas masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya berfokus pada pengobatan ketika seseorang telah mengalami penyakit, tetapi juga pada pencegahan dan pembentukan kebiasaan hidup sehat.
Salah satu hal yang perlu mendapat perhatian adalah kebiasaan hidup generasi muda. Kesibukan akademik, perubahan pola aktivitas, penggunaan teknologi, serta kebiasaan menghabiskan waktu dalam posisi duduk dapat menyebabkan aktivitas fisik menjadi berkurang. Padahal, aktivitas fisik merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Setiawi et al. (2025) menempatkan aktivitas fisik sebagai salah satu aspek yang perlu dinormalisasi kembali di era digital agar generasi muda tetap memiliki gaya hidup aktif.
Selain kesehatan fisik, kesejahteraan juga perlu dipahami secara lebih luas. SDG 3 tidak hanya berbicara mengenai terbebas dari penyakit, tetapi juga mengenai peningkatan kesejahteraan manusia secara menyeluruh. Howden-Chapman et al. (2017) menjelaskan bahwa tujuan SDG 3 berkaitan dengan kehidupan yang sehat dan kesejahteraan bagi semua orang pada seluruh tahapan usia.
Permasalahan mengenai pola hidup dan kesehatan generasi muda memiliki hubungan yang erat dengan SDG 3. Tujuan tersebut menempatkan kesehatan dan kesejahteraan sebagai bagian penting dari pembangunan berkelanjutan. Kesehatan yang baik memungkinkan seseorang menjalani kehidupan secara produktif sekaligus meningkatkan kemampuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat.
Persoalan kesehatan perlu mendapatkan perhatian karena kualitas kesehatan generasi muda akan berpengaruh terhadap kualitas pembangunan di masa mendatang. Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki kondisi fisik dan kesejahteraan yang baik.
Pembentukan kebiasaan sehat juga sebaiknya dilakukan sejak dini. Kebiasaan seperti berolahraga secara teratur, menjaga pola makan, menjaga kebersihan, melakukan pemeriksaan kesehatan, dan menghindari perilaku yang berisiko dapat menjadi bagian dari gaya hidup mahasiswa. Rohmah et al. (2026) menunjukkan bahwa pembiasaan perilaku positif pada generasi muda dapat mendukung pembentukan karakter dan kualitas generasi yang dibutuhkan untuk Indonesia Emas 2045.
Selain itu, mahasiswa juga memiliki kemampuan untuk menyebarkan pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan kepada lingkungan sekitarnya. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan organisasi, media sosial, seminar, kampanye kesehatan, maupun pengabdian kepada masyarakat. Pengetahuan yang dimiliki mahasiswa akan menjadi lebih bermanfaat apabila dapat diterapkan dan dibagikan kepada orang lain.
Selanjutnya, mahasiswa dapat mengajak lingkungan kampus untuk menerapkan gaya hidup sehat. Organisasi mahasiswa dapat menyelenggarakan kegiatan seperti olahraga bersama, kampanye hidup sehat, pemeriksaan kesehatan, seminar mengenai kesehatan, atau kegiatan edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik. Kegiatan tersebut tidak harus selalu berskala besar.
GAGASAN/AKSI
Salah satu gagasan yang dapat dilakukan mahasiswa adalah membentuk “Gerakan Mahasiswa Sehat” di lingkungan kampus. Gerakan ini dapat menjadi kegiatan sederhana yang mengajak mahasiswa untuk membangun kebiasaan hidup sehat secara bersama-sama. Program tersebut dapat terdiri atas beberapa kegiatan, seperti Healthy Week, olahraga bersama, edukasi kesehatan, kampanye pola makan sehat, pemeriksaan kesehatan, dan tantangan aktivitas fisik.
Selain itu, organisasi mahasiswa dapat bekerja sama dengan program studi, tenaga kesehatan, atau pihak lain untuk membuat kegiatan edukasi kesehatan. Materi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa, seperti pentingnya aktivitas fisik, pola makan seimbang, pemeriksaan kesehatan, kebersihan diri, dan kesejahteraan secara umum. Mahasiswa yang memiliki latar belakang bidang kesehatan juga dapat berkontribusi melalui edukasi yang sesuai dengan kompetensi mereka.
Gerakan tersebut juga dapat diperluas melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa dapat membawa program sederhana seperti olahraga bersama, edukasi pola hidup sehat, dan kampanye pemeriksaan kesehatan ke lingkungan masyarakat. Dengan demikian, kontribusi mahasiswa tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Gagasan tersebut sejalan dengan tujuan SDG 3 karena menempatkan mahasiswa bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan kesehatan, tetapi sebagai pihak yang ikut menciptakan perubahan. Petelos et al. (2025) juga menunjukkan bahwa pencapaian SDG 3 membutuhkan pendekatan yang mendukung kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, keterlibatan generasi muda melalui kegiatan edukasi, aktivitas fisik, inovasi, dan pengabdian dapat menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pembangunan kesehatan.
PENUTUP
Mewujudkan Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang memiliki kualitas pengetahuan, keterampilan, karakter, serta kesehatan yang baik. SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera menjadi salah satu tujuan yang penting untuk diperhatikan karena kesehatan merupakan dasar bagi manusia untuk dapat belajar, bekerja, berkembang, dan berkontribusi dalam pembangunan. Permasalahan pola hidup kurang sehat dan rendahnya aktivitas fisik di tengah perkembangan era digital menjadi tantangan yang perlu dihadapi bersama.
Pada akhirnya, Indonesia Emas 2045 tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang sehat dan mampu menjaga kesejahteraannya. Karena itu, sudah saatnya mahasiswa tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi ikut mengambil peran sebagai penggerak perubahan. Generasi sehat hari ini adalah salah satu fondasi bagi Indonesia yang kuat pada tahun 2045.
DAFTAR PUSTAKA
Rohmah, F., Rahmah, F., Sari, J. N., Amalia, A., & Yuliani, S. (2026). Mengeksplor 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Untuk Mendukung Indonesia Emas 2045. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 11(3), 3085-3094.
Puspasari, H. W., & Ratmanasuci, R. Y. P. (2026). GENERASI EMAS: Generasi Yang Sehat Untuk Indonesia Emas 2045. Penerbit KBM Indonesia.
Hasanah, A. N., Nurhasanah, Y., Prabowo, T., & Wahyuni, I. (2025, December). EDUKASI DETEKSI DINI KELAINAN DARAH SEBAGAI BENTUK PEMBERDAYAAN MAHASISWA DI ERA INDONESIA EMAS. In Bakti Tunas Husada Conference Series (Vol. 3, No. 1, pp. 315-330).
Setiawi, A. P., Harahap, M. F., Surimeirian, M. A., Hrp, N. K., Syatiri, M., Pristiawati, A., … & Suharta, A. (2025). NORMALISASI OLAHRAGA DAN AKTIVITAS FISIK DI ERA DIGITAL: Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045.
Nadila, D. SIKAP PROAKTIF GENERASI Z: KATALIS PERUBAHAN MENUJU GREEN BUILDING DAN GREEN ENERGY UNTUK MEWUJUDKAN INDONESIA EMAS 2045. TAHUN 2024, 73.
Petelos, E., Antonaki, D., Angelaki, E., Lemonakis, C., & Alexandros, G. (2025). Enhancing public health and SDG 3 through sustainable agriculture and tourism. Sustainability, 17(14), 6253.
Howden-Chapman, P., Siri, J., Chisholm, E., Chapman, R., Doll, C. N., & Capon, A. (2017). SDG 3: Ensure healthy lives and promote wellbeing for all at all ages. A guide to SDG interactions: from science to implementation. Paris, France: International Council for Science, 81-126.
SEHAT, K. (2026). Kehidupan Sehat dan Sejahtera. 17 MUTIARA PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN-Interpretasi Bebas Tujuan SDGs dalam Berkehidupan, 55.
Penulis adalah mahasiswa D3 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP)










