OLEH: SHARLA LAELA HANIFAH
PENDAHULUAN
SDGs adalah kesepakatan pembangunan berkelanjutan berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan. SDGs memiliki tiga prinsip utama yaitu universal, integrasi, dan inklusif untuk meyakinkan bahwa tidak ada satu pun yang tertinggal atau no one left behind. Di dalam SDGs terdapat 17 tujuan dengan 169 target. Masing-masing tujuan memiliki makna dan target yang diharapkan dapat tercapai pada 2030. Tujuan nomor tiqa dari 17 tujuan SDGs adalah kehidupan sehat dan sejahtera atau dalam bahasa Inggrisnya adalah good health ana well-being.
Tujuan ini menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia atau ensure hea/thy lives and promote well-being for all at all ages.
PEMBAHASAN
Seluruh isu kesehatan dalam SDGs diintegrasikan dalam satu tujuan yakni tujuan nomor 3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia. Terdapat 38 target SDGs di sektor kesehatan yang perlu diwujudkan. Selain permasalahan yang belum tuntas ditangani diantaranya yaitu upaya penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), pengendalian penyakit HIV/AIDS, TB, Malaria serta peningkatan akses kesehatan reproduksi (termasuk KB), terdapat hal- hal baru yang menjadi perhatian, yaitu:
1. Kematian akibat penyakit tidak menular (PTM);
2. Penyalahgunaan narkotika dan alkohol 3. Kematian dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas
4. Universal Health Coverage 5. Kontaminasi dan polusi air, udara dan tanah: serta penanganan krisis dan kegawatdaruratan.
Fokus dari seluruh target tersebut antara lain gizi masyarakat, sistem kesehatan nasional. akses kesehatan dan reproduksi, Keluarga Berencana (KB), serta sanitasi dan air bersih. Pembangunan sektor kesehatan untuk SDGs sangat tergantung kepada peran aktif seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah pusat dan daerah, parlemen, dunia usaha, media massa, lembaga sosial kemasyarakatan, organisasi profesi dan akademisi, mitra pembangunan serta Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)
Tantangan terbesar dalam pelaksanaan agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia adalah reformulasi konsep pembangunan yang terintegrasi dan penempatan kesehatan sebagai satu rangkaian proses manajemen pembangunan yang meliputi input, process, output, outcome dar impact pembangunan serta memahamkan bersama akan substansi pembangunan kesehatan yang harus dilaksanakan bersama di era desentralisasi dan demokratisasi saat ini.
Program yang diusung untuk mewujudkan SDGs dalam bidang kesehatan adalah Program Indonesia Sehat dengan 3 pilar yakni paradigma sehat, pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional.
1. Paradigma sehat merupakan sebuah pendekatan yang mengedepankan konsep promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan dan menempatkan kesehatan sebagai input dari sebuah proses pembangunan.
2. Pelayanan kesehatan yang dilakukan dan diarahkan untuk peningkatan Akses dan mutu pelayanan. Dalam hal pelayanar kesehatan primer diarahkan untuk upaya pelayanan promotif dan preventif, melalui pendekatan continuum of care dan intervensi berbasis risiko kesehatan baik dalam tatanan tata kelola klinis. tata kelola manajemen dan tata kelola program
3. Jaminan Kesehatan Nasional, neaara bertekad untuk menjamin seluruh penduduk dan warga negara asing yang tinggal di Indonesia dalam pelayanan kesehatannya.
GAGASAN/AKSI MAHASISWA
Mahasiswa memiliki peran strategis dalam pembangunan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan kesehatan yang semakin kompleks di era modern. Sebagai agen perubahan, mahasiswa diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menciptakan lingkungan yang sehat melalui edukasi. inovasi. dan pemberdayaan masyarakat. Perkembangan zaman yang disertai dengan kemajuan teknologi informasi menjadi peluang sekaligus tantangan bagi mahasiswa untuk menyebarkan informasi kesehatan vang benar, akurat, dan mudah dipahami
Peran mahasiswa dalam bidang kesehatan masyarakat dapat diwujudkan melalui berbaga kegiatan, seperti kampanye hidup sehat, penelitian sederhana mengenai perilaku masyarakat, serta pengabdian kepada masyarakat melalui program-program kesehatan Selain itu, mahasiswa juga dapat menjadi teladan dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat PHBS), baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat luas. Pentingnya peran mahasiswa tidak hanya terbatas pada edukasi, tetap juga pada kontribusi nyata dalam membantu pemerintah mencapai target pembangunan kesehatan nasional.
Secara sosial dan moral mahasiswa memiliki tanggung jawab besar untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan indonesia sehat. Program ini tidak dapat berhasil tanpa partisipasi aktif dari semua elemen bangsa termasuk mahasiswa. Para mahasiswa diharapkan mampu mewujudkan perubahan menuiu ke arah indonesia yang lebih baik dan sejahtera. Para mahasiswa yang tergabung dalam program pengabdian masyarakat seperti KKN, Organisasi Kemanusiaan, maupun kegiatan sukarela lainnya, mahasiswa dapat terjun langsung membantu masyarakat dalam program posyandu, kampanye kesehatan, ataupun yang lainnya.
Selain itu, program Indonesia Sehat yang dirancanakan pemerintah membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk mahasiswa, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Mahasiswa juga dapat memanfaatkan media sosial sebaga sarana efektif dalam menvebarkan informasi dan mengajak masyarakat untuk hidup lebih sehat. Sebagai calon intelektual muda, mahasiswa harus membekali diri dengan pengetahuan yang memadai mengenai isu-isu kesehatan yang relevan, seperti pencegahan penyakit menular, stunting, kesehatan mental dan gizi seimbang. Dengan pemahaman yang baik, mahasiswa dapat menjadi penggerak perubahan.
Di sisi lain, mahasiswa kesehatan kini aktif dalam bersosial media, hal ini bisa menjadi peluang untuk melakukan edukasi dengan lebih luas dan cepat. Diera digital seperti sekarang, penyebaran informasi bisa berbahaya, terlebih banvak masyarakat yang enggan untuk mencari kebenaran dari informasi yang didapat, disinilah peran mahasiswa sangat penting sebagai contoh utama msyarakat.
Mahasiswa memiliki tanggung iawab moral dan sosial dalam mewujudkan masyarakat sehat melalui pendidikan, aksi nyata, dan inovasi yang berkelanjutan, peran mahasiswa diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
PENUTUP
Kesimpulannya peran mahasiswa tidak bisa dipandang sebelah mata, mahasiswa berperan besar dalam mewujudkan masyarakat sehat. Dengan bekal ilmu pengetahuan dan semangat perubahan, diharapkan mahasiswa dapat menjadi salah satu pionir untuk mewujudkan masyarakat sehat, yang pada akhirnya akan mendukung terwujudnya bangsa yang kuat dan berdaya saing.
Penulis adalah mahasiswa S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP)










