close
Opini

Pendidikan Berkualitas:Bukan Cuma Soal Nilai Rapor, tapi Soal Masa Depan Kita

Desain tanpa judul

Oleh Riyan Oktaviano 

 

Pendahuluan

Kalau kita ditanya apa modal paling penting buat bikin suatu negara jadi maju, jawabannya sudah pasti pendidikan. Lewat pendidikan, anak-anak muda diajari banyak hal biar nanti pas sudah gede bisa mandiri dan membangun daerahnya. Tapi, asal sekolah saja sebenarnya gak cukup. Sekolahnya juga harus punya kualitas yang bagus. Di zaman sekarang yang apa-apa sudah serba canggih, pendidikan berkualitas itu sudah jadi kebutuhan utama. Pendidikan yang bermutu itu bukan berarti sekolahnya harus punya gedung bertingkat yang mewah, ya. Tapi lebih ke bagaimana sekolah itu bisa bikin murid-muridnya jadi anak yang pintar, kreatif, dan punya akhlak yang baik.

Siapa di sini yang kalau hari Minggu rasanya cepat banget berlalu, tapi kalau hari Senin rasanya lama banget? Banyak murid yang malas berangkat sekolah karena merasa kelas itu tempat yang membosankan dan bikin stres. Padahal, ciri utama dari pendidikan berkualitas adalah suasana belajar yang menyenangkan. Belajar itu gak harus selalu tegang dan serius. Justru, anak-anak bakal lebih cepat pintar kalau mereka merasa senang dan menikmati setiap pelajaran di sekolah

Pembahasan

Sampai sekarang, masih banyak orang tua yang mengira kalau pendidikan berkualitas itu artinya anak harus dapat nilai seratus terus di sekolah. Padahal, arti kualitas yang sebenarnya gak cuma sebatas angka di atas kertas saja. Sekolah yang bagus itu harusnya bisa mengajari anak-anak cara berpikir yang kritis, bisa kerja sama, dan berani menyelesaikan masalah di kehidupan nyata. Jadi gak cuma disuruh menghafal isi buku saja buat bekal ujian. Selain bikin otak jadi pintar, sekolah juga wajib mendidik karakter atau sifat si anak. Percuma saja kan punya anak yang super genius tapi kelakuannya sombong, gak jujur, atau gak punya sopan santun sama orang lain.Tapi harus diakui, buat bikin semua sekolah jadi berkualitas itu tantangannya masih berat banget. Masalah utamanya adalah fasilitas yang gak rata.

Sekolah-sekolah di kota besar biasanya sudah punya komputer bagus dan internet yang cepat. Tapi kalau kita lihat sekolah di pelosok desa, masih banyak yang bangunannya rusak, kekurangan buku pelajaran, bahkan kekurangan guru. Selain itu, cara mengajar yang membosankan—di mana guru cuma bicara di depan kelas dan murid cuma disuruh mencatat sampai capek—juga masih sering terjadi. Cara belajar yang kaku kayak gini malah bikin anak-anak malas berangkat sekolah karena terasa menjenuhkan.Makanya, urusan ini harus diurus bareng-bareng. Pemerintah punya tugas buat memperbaiki bangunan sekolah di desa-desa dan kasih pelatihan buat para guru biar cara mengajarnya makin asyik. Guru di kelas juga harus kreatif, misal pakai video atau game biar murid-murid gak gampang bosan. Di sisi lain, orang tua di rumah juga jangan lepas tangan. Dukungan dari ayah dan ibu di rumah, seperti menemani anak belajar dan mengajari sopan santun, bakal jadi modal yang kuat banget buat perkembangan si anak di sekolah.

Metode belajar kuno yang bikin murid cuma duduk diam, dengerin guru ceramah berjam-jam, lalu mencatat sampai tangan pegal sudah gak cocok lagi buat zaman sekarang. Cara seperti itu malah bikin kreativitas anak jadi mati. Pendidikan yang berkualitas itu harusnya seru. Misalkan, pas pelajaran sejarah, murid-murid diajak bikin drama pendek tentang perjuangan pahlawan, atau pas pelajaran biologi, mereka diajak langsung ke taman buat mengamati tanaman. Metode belajar sambil praktik atau bermain game kelompok kayak gini bikin materi pelajaran menempel terus di otak.Biarpun kedengarannya asyik, mengubah metode belajar ini butuh kreativitas tinggi dari para guru. Guru gak boleh malas buat bikin inovasi baru di kelas. Tantangan lainnya adalah jumlah murid dalam satu kelas yang sering kali terlalu banyak, bisa sampai 40 anak. Hal ini bikin guru kesusahan buat memperhatikan muridnya satu per satu. Oleh karena itu, sekolah juga perlu mengatur ulang jumlah murid per kelas agar suasana belajar bisa lebih kondusif dan santai.

 

Kesimpulan

pendidikan berkualitas itu adalah investasi paling berharga buat masa depan kita semua. Kita gak boleh cuma fokus mengejar nilai angka di rapor saja, tapi lupa membangun sifat dan mental anak-anak kita. Memang butuh waktu yang lama dan biaya yang gak sedikit buat memperbaiki kualitas pendidikan di negara kita. Tapi kalau pemerintah, guru, dan orang tua bisa kompak bekerja sama, kita pasti bisa mencetak generasi muda yang cerdas, punya karakter mulia, dan siap bikin bangsa ini jadi lebih maju. sekolah itu harusnya jadi tempat yang bikin kangen, bukan tempat yang bikin pusing. Pendidikan berkualitas bisa terwujud kalau metode belajarnya diubah jadi lebih aktif, seru, dan melibatkan murid secara langsung. Ketika murid-murid berangkat sekolah dengan senyuman dan rasa penasaran yang tinggi, di situlah kualitas pendidikan kita sebenarnya sudah meningkat.

 

Penulis adalah Mahasiswa S1 Teknik mesin Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Terkait
Seleksi kades memihak bakal calon dari kalangan birokrat

Kabupaten Pekalongan kembali akan memasuki musim Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Sebagai payung hukum, Pilkades serentak tahun ini tetap memakai Peraturan Read more

Mengusung pemimpin warga, perlukah?

Pertarungan dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Pekalongan 2020, diperkirakan dipenuhi dengan 3L, alias Lu lagi, Lu lagi, Lu Read more

Ironi Batik Pekalongan: Produk asli yang dibenci masyarakat Pekalongan sendiri

Oleh: Muhammad Arsyad, mahasiswa  IAIN Pekalongan Menjamurnya industri batik pekalongan, membuat derasnya limbah yang terbuang ke sungai. Alhasil, sungai di Read more

Janji Bupati bukan janji Joni dalam cerita komedi

Penulis : Cholis Setiawan Pilkades telah usai, tetapi masih menyisakan persoalan yang cukup pelik dan berpotensi kisruh jelang pelantikan, hal Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : pendidikan berkualitasumpp