Karangdadap, Wartadesa. – Postingan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta yang mengabarkan tentang ditemukannya salah seorang warga Desa Kebonrowopucang, Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan pada Selasa (29/8) lalu, membuat nama H Jendral Guszali ramai diperbincangkan di Pekalongan.
Bahkan postingan tersebut menjadi viral di media sosial maupun ‘brik-brikan’ (komunitas breaker dua meter) di Kota Santri. Bermula saat Santoso (65), warga Kebonrowopucang sedang ngebrik, Selasa (29/8) malam. Dia diberitahu rekan brieker bahwa ditemukan warga Kebonrowopucang di Jakarta dengan kondisi [tooltip content=”Demensia adalah suatu kondisi di mana kemampuan otak seseorang mengalami kemunduran. Kondisi ini dapat ditandai dengan keadaan seseorang sering lupa akan sesuatu, keliru, adanya perubahan kepribadian, dan emosi yang naik-turun atau labil.” gravity=”n” fade=”0″]Dimensia[/tooltip].
Kemudian Santoso mengundang beberapa warga desa setempat kerumahnya untuk menanyakan apakah tetangganya juga mengenal H Jendral Guszali. Namun hingga malam sekitar pukul 22.00 wib, belum ada satupun warga yang mengenali H Jendral Guszali.
Melihat hal tersebut, akhirnya Santoso memanggil rekan briekernya untuk menunjukkan posting dari Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta tersebut. Posting bertuliskan “Ditemukan lansia demensia mengaku bernama H.jendral guszali, usia 80 th, alamat desa/kel. Kebonrowopucang Rt.1/04, no.98 Kec. Kedungwuni Kab. Pekalongan
Posisi sekarang psbi Cipayung.” tersebut ditunjukka ke warga yang sedang berkumpul di rumah Santoso.
Akhirnya warga mengenali bahwa H. Jendral Guszali adalah H. Amin, “Kaji Guszali yo ora no no maneh, kui kaji Amin, sebelah kidul mesjid,” ujar salah seorang warga.
Kemudian warga memberitahukan Mahmud (Mamuk), keluarga H. Amin, bahwa korban sekarang ditemukan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Ceger, Cipayung, Jakarta.
Setelah berembug dengan keluarga, Mahmud dan keluarga korban berencana akan menjemput H. Amin, Senin depan (4/9), ke Jakarta. Mengingat saat korban diketahui, terbentur dengan persiapan Idul Kurban di kampungnya.
Diceritakan oleh salah seorang warga, H. Amin sebelumnya merupakan pengusaha sukses di Kalimantan. Dia merupakan pedagang tempe di pulau Kalimantan yang sukses. Sempat mempunyai tanah yang luas di Kalimantan. Entah mengapa dia kembali ke Pekalongan dan tidak kembali lagi ke Kalimantan. Hingga akhirnya korban mengalami dimensia.
Akibat dimensia, korban sering pergi dari kampungnya dan memperkenalkan dirinya sebagai seorang jenderal, karena sejak kecil korban mempunyai cita-cita menjadi seorang anggota TNI/Polri. Namun sebelumnya korban tidak pergi sejauh itu. Diperkirakan korban sampai Jakarta, menumpang sopir travel barang. (WD)










