close
Ekonomi

Harga kebutuhan pokok warga merangkak naik meski stok aman

harga sembako naik

Pekalongan, Wartadesa. – Meski stok kebutuhan dapur (sembako) di wilayah Kabupaten Pekalongan aman, namun harganya mulai merangkak naik, sejak memasuki awal Ramadhan. Pengecekan tim satgas mafia pangan di pasar tradisional Kabupaten Pekalongan, Selasa (05/05) mendapati seluruh kebutuhan pokok warga naik.

Pantauan di Pasar Bojong, harga beras medium terendah Rp. 9.500,- sedangkan tertinggi mencapai Rp. 10.500,-. Kedelai harga terendah Rp. 7.000,- dan harga tertinggi mencapai Rp. 7.800,-.

Untuk harga Cabe Merah Besar terendah Rp. 19.000,- sedangkan tertinggi mencapai Rp. 20.000,-. Cabe rawit kriting terendah Rp. 19.000,- dan tertinggi mencapai Rp. 20.000,-. Sementara itu, bawang merah berada d dikisaran Rp. 16.500,- sampai Rp. 17.000,-. Kemudian harga jagung terendah Rp. 7.500, sedangkan tertinggi mencapai Rp. 7.800,-.

Untuk harga bawang putih kini masih diangka Rp 48.000/ kilogram yang sebelumnya hanya Rp 44.000/ kilogram. Sedangkan bawang merah Rp 40.000/ kilogram.

Gula pasir berada dikisaran harga Rp. 11.000,- samapi dengan Rp. 12.000,-. Untuk minyak goreng harga terendah Rp 10.500,- sedangkan harga tertinggi mencapai Rp. 11.000,-. Dan tepung terigu berada dikisaran Rp. 5.800,- samapi dengan Rp. 6.000,-.

Untuk Produk daging sapi harga terendah Rp. 115.000, sedangkan harga tertinggi mencapai Rp. 120.000 dan daging ayam ras dikisaran harga Rp. 36.000,- sampai dengan Rp. 38.000,-.  Garam harga terendah Rp. 5.100,- dan tertinggi mencapai Rp. 6.000,-.

Sesuai dengan beratnya gas LPG, maka harga pun disesuaikan. Untuk LPG berat 3 Kg sebesar Rp. 18.000,- berat 5,5 Kg sebesar Rp. 70.000,- dan berat 12 Kg sebesar Rp.150.000,-.

Untuk harga elpiji ukuran 3 Kg ditingkat rumah tangga mencapai Rp. 20 ribu, meski harga ditingkat eceran pangkalan Rp. 16 ribu.

Salah seorang pedagang sayuran, Duriyah menyebut harga telur memasuki bulan Ramadan juga mengalami kenaikan yaitu mencapai Rp 25.000 perkilogram yang sebelumnya hanya Rp 23.000/kilogram.  “Harga labu Siam yang tadinya hanya Rp 2000/ kilogram kini juga naik menjadi Rp 6.000/kilogram,” ungkapnya.

Duriyah menambahkan, harga kebutuhan warga yang tidak mengalami kenaikan adalah tahu dan tempe. Meski demikian lonjakan harga menjadikan pedagang menyiasati dengan mengurangi ukuran sebelumnya.

Sementara, pantauan harga kebutuhan pokok di Pasar Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, harga telur dalam dua pekan terakhir sudah mengalami kenaikan hingga tiga kali. Harga telur yang semula pada kisaran Rp 21 ribu perkilo, secara perlahan naik hingga saat ini di kisaran Rp 23 ribu hingga Rp 24 ribu perkilo di tingkat pengecer. “Dalam dua pekan ini harga telur terus bergerak naik. Rata-rata kenaikannya Rp 500 perkilonya,” ujar Dewi, pedagang sembako.

Dewi menambahkan, harga bawang merah di tingkat pengecer sudah mencapai Rp 48 ribu perkilonya. Oleh karena itu, kata dia, ibu rumah tangga saat ini memilih menggunakan bumbu racikan untuk memasak.

Pantauan satgas mafia pangan di Pasar Induk Kajen terungkap  harga bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional Kajen,  beras medium harga terendah Rp 8.000, hingga harga tertinggi Rp 8.800, beras premium harga terendah Rp 9.500 hingga harga tertinggi Rp 10.000, kedelai harga terendah Rp 7.500 hingga harga tertinggi Rp 8.000, dan cabai merah besar harga terendah Rp 20.000 hingga harga tertinggi Rp 22.000.

Harga cabai rawit keriting terendah Rp 17.000 hingga harga tertinggi Rp 18.000, bawang merah harga terendah Rp 35.000 hingga harga tertinggi Rp 36.000, bawang putih harga terendah Rp 47.000 hingga harga tertinggi Rp 48.000, dan gula pasir harga terendah Rp 10.500 hingga harga tertinggi Rp 11.000.

Untuk daging sapi, harga terendah Rp 99.000, hingga harga tertinggi Rp 100.000, daging ayam ras harga terendah Rp 32.000, hingga harga tertinggi Rp 33.000, dan telur ayam harga terendah Rp 21.000, hingga harga tertinggi Rp 22.000. (WD)

Tags : sembako

Leave a Response