WARTA DESA, PEKALONGAN – Cuaca ekstrem kembali memicu bencana alam di wilayah dataran tinggi Kabupaten Pekalongan. Rumah milik keluarga Puji, warga Dukuh Mendolo Wetan, Desa Mendolo, Kecamatan Lebakbarang, dilaporkan rusak parah setelah dihantam material tanah longsor pada Kamis (25/12/2025) sore.
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas ini bermula saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Lebakbarang sejak pukul 14.00 WIB. Tingginya curah hujan menyebabkan kondisi tanah di perbukitan sekitar permukiman menjadi labil.
Menurut keterangan saksi mata, Atun, longsor terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. “Tanah longsor terjadi dan langsung menghantam rumah keluarga Pak Puji. Tembok rumah jebol, material tanah masuk ke dalam rumah,” tuturnya.
Dampak Kerusakan
Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, empat anggota keluarga yang berada di dalam rumah terdampak langsung secara materil dan psikologis. Kerusakan bangunan terpantau cukup parah, di mana material tanah merusak struktur tembok dan menimbun bagian dalam ruangan.
Saat ini, kondisi bangunan dinilai tidak layak dan tidak aman untuk ditempati sementara waktu karena kekhawatiran akan adanya longsor susulan, mengingat curah hujan yang masih tinggi.
Gotong Royong dan Harapan Warga
Segera setelah kejadian, puluhan warga Dukuh Mendolo Wetan langsung bergerak melakukan aksi gotong royong. Dengan peralatan seadanya, mereka berusaha mengevakuasi material tanah dan menyelamatkan perabot rumah tangga milik korban yang masih bisa digunakan.
Masyarakat setempat dan pihak keluarga kini sangat mengharapkan uluran tangan dari pihak berwenang. Beberapa poin bantuan yang mendesak dibutuhkan antara lain:
- Penanganan Darurat: Bantuan logistik dan tempat pengungsian sementara.
- Alat Berat/Peralatan: Mempercepat pembersihan material tanah yang menutup area rumah.
- Bantuan Perbaikan: Dukungan dari dinas terkait untuk renovasi rumah agar layak huni kembali.
Hingga berita ini dilaporkan, warga masih bersiaga dan melakukan pembersihan manual sambil menunggu kedatangan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan atau instansi terkait lainnya. (Eohadi)










