close
KesehatanOpiniPendidikan

INTEGRASI TEKNOLOGI MODERN DALAM PENGEMBANGAN PENGOBATAN TRADISIONAL BERBASIS BUKTI ILMIAH

foto tulisan

Oleh : Dewi Gulyla Hari

Pengobatan tradisional merujuk pada sistem perawatan kesehatan dan kesejahteraan yang terkodifikasi atau tidak terkodifikasi, yang meliputi praktik, keterampilan, pengetahuan, dan filosofi yang berasal dari berbagai konteks sejarah dan budaya, yang berbeda dari dan mendahului biomedis, berkembang seiring dengan ilmu pengetahuan untuk penggunaan saat ini dari asal yang berbasis pengalaman. Pengobatan tradisional menekankan pengunaan tanaman obat berbasis bahan alam dengan pendekatan yang menyeluruh dalam rangka menjaga keseimbangan jasmani, rohani, dan lingkungan sekitar.

Pengobatan menggunakan tanaman obat sudah sejak dahulu digunakan oleh para nenek moyang kita hampir di seluruh belahan dunia. Menurut data dari World Health Organization (WHO) sudah 170 dari 194 negara melaporkan penggunaan obat herbal, akupunktur, yoga dan sistem pengobatan tradisional lainnya. Banyak negara sekarang memahami bahwa pengobatan berbahan dasar bahan alam berpotensi untuk dibuatkan regulasinya sehingga bisa diintegrasikan ke dalan sistem kesehatan nasional. Saat ini, pengobatan tradisional telah menjadi fenomena global; permintaannya terus meningkat, dengan kesadaran pasien yang makin meningkat akan kesehatan jiwa dan raga mereka sehingga akan serta merta mencari perawatan kesehatan yang lebih holistik dan personal. Bagi jutaan orang, terutama penduduk yang berada jauh dari kota dan pusat pengobatan medis, bisa dipahami mengapa terapi alternatif seperti penggunaan obat herbal, akupuntur, yoga, dan lain-lainnya masih digunakan untuk kesehatan dan kesejahteraan, menawarkan perawatan yang dapat diterima secara budaya, tersedia, dan terjangkau. Namun, kurang dari 1% pendanaan penelitian kesehatan global saat ini didedikasikan untuk pengobatan tradisional. Kurangnya investasi dalam penelitian melemahkan upaya untuk membangun basis bukti yang kuat. Pekerjaan WHO tentang pengobatan tradisional merupakan respons terhadap permintaan dari berbagai negara untuk bukti dan data guna menginformasikan kebijakan dan praktik, standar global, dan peraturan untuk memastikan keamanan, kualitas, dan akses yang adil.

Traditional, Complementary and Integrative Medicine (TCIM) dalam sistem kesehatan nasional harus dilakukan dengan tepat, efektif, dan aman berdasarkan bukti ilmiah terbaru. WHO mendukung negara-negara yang ingin menerapkan praktik pengobatan tradisional untuk melakukannya dengan cara berbasis sains guna menghindari bahaya bagi pasien dan memastikan perawatan kesehatan yang aman, efektif, dan berkualitas. Pendekatan berbasis bukti terhadap pengobatan tradisional, yang menetapkan kemanjuran dan keamanan melalui validasi ilmiah yang ketat, sangat penting, bahkan jika pun hal tersebut telah digunakan secara turun temurun. Tujuannya tidak hanya menjamin bahwa pengobatan efektif dan aman, tetapi juga memberikan bukti ketat yang dibutuhkan untuk rekomendasi pengobatan tradisional dalam pedoman WHO. Terapi non-medisinal (misalnya yoga dan akupuntur) menghadirkan tantangan tambahan karena jelas terdapat variabilitas yang luas dalam praktiknya dan melakukan uji klinis terkontrol secara acak sangat sulit, bahkan mungkin mustahil. Upaya bersama untuk mengembangkan metodologi baru yang memberikan bukti yang kredibel dan kuat untuk merekomendasikan penggunaannya untuk kondisi kesehatan tertentu sangat dibutuhkan.

WHO mendukung negara-negara dalam mempromosikan penggunaan TCIM yang aman, efektif, dan berpusat pada masyarakat sebagai bagian dari upaya untuk mencapai cakupan kesehatan universal dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Strategi Pengobatan Tradisional Global: 2025–2034 memandu pekerjaan ini, dengan fokus pada penguatan kualitas, keamanan, penggunaan yang tepat, dan integrasi TCIM berdasarkan bukti, inovasi, dan penghormatan terhadap keragaman budaya dan keanekaragaman hayati. Dalam rangka mendukung program ini, pada tahun 2022 di negara India didirikanlah Pusat Pengobatan Tradisional Global oleh WHO.

Upaya WHO dalam bidang Pengobatan Tradisional dan Komplementer (TCIM) terstruktur di sekitar empat area utama:

  1. kepemimpinan: memberikan arahan global melalui Strategi Pengobatan Tradisional Global WHO 2025–2034, menetapkan visi dan prioritas bagi negara-negara anggota;

  2. penelitian dan data: menetapkan prioritas penelitian, meninjau bukti, dan menggunakan teknologi canggih untuk menghasilkan data yang kuat untuk pengambilan keputusan berdasarkan bukti;

  3. norma, standar, regulasi, dan integrasi: mengembangkan standar internasional untuk terminologi, kualitas, dan keamanan produk, praktik, dan praktisi TCIM; mendukung negara-negara dalam membangun sistem regulasi dan mengintegrasikan TCIM ke dalam sistem kesehatan; dan

  4. kemitraan: mendorong kolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk memajukan TCIM dalam agenda kesehatan global, memobilisasi sumber daya, dan memperkuat komitmen politik terhadap tujuan bersama.

Melalui bidang-bidang ini, WHO membantu negara-negara di dunia agar dapat mengintegrasikan TCIM secara efektif dan aman, berkontribusi pada hasil kesehatan yang lebih baik dan perawatan yang lebih inklusif serta responsif secara budaya. Dalam sistem perawatan kesehatan, hasil keselamatan bergantung pada kombinasi faktor-faktor seperti kompetensi praktisi, kualitas produk, komunikasi yang efektif, dan dukungan regulasi yang kuat. Kejadian buruk, kesalahan pengobatan, atau kualitas produk yang terganggu dapat terjadi di bidang perawatan kesehatan mana pun, bukan karena sistem itu sendiri tidak aman, tetapi karena keselamatan bergantung pada bagaimana perawatan diberikan. Baik pengobatan tradisional maupun biomedis memiliki pendekatan yang mapan untuk mempromosikan keselamatan. Ketika didukung oleh pelatihan yang tepat, jaminan kualitas, dan kerangka kerja praktik yang jelas, pengobatan tradisional biasanya merupakan sumber penyembuhan yang aman dan terpercaya.

Seperti halnya dalam biomedik, penguatan keselamatan pasien dalam pengobatan tradisional juga melibatkan peningkatan lingkungan perawatan kesehatan yang lebih luas di sekitarnya. Ini dapat mencakup peningkatan dokumentasi, dukungan terhadap penelitian, memastikan standar kualitas yang konsisten, dan membangun sistem regulasi yang melindungi baik praktisi maupun pasien. Dengan berfokus pada faktor-faktor pendukung ini, pengobatan tradisional dapat terus berkontribusi secara aman dan efektif terhadap kesehatan masyarakat.

Banyak negara memiliki warisan pengobatan tradisional yang panjang dan kaya dan telah mengintegrasikannya ke dalam sistem pelayanan kesehatan nasional mereka dengan berbagai tingkat. Tantangan umum adalah memantau keamanan produk pengobatan tradisional, terutama pembentukan sistem farmakovigilans untuk produk pengobatan tradisional. Mengingat luasnya penggunaan pengobatan tradisional di seluruh dunia, pemantauan keamanannya merupakan bidang kerja yang penting dan diprioritaskan. WHO mendorong negara-negara yang belum memilikinya untuk membangun sistem farmakovigilans terintegrasi untuk obat-obatan konvensional dan produk TCIM. Secara umum, produk dan praktik TCIM tunduk pada pengawasan yang sama (regulasi, keamanan, dan kontrol kualitas) seperti obat-obatan; 124 Negara Anggota WHO telah mengesahkan undang-undang atau peraturan untuk obat-obatan herbal.

Untuk mendukung berbagai negara, WHO telah menerbitkan pedoman tentang kualitas, keamanan, dan khasiat obat herbal, termasuk:

  1. Pedoman WHO tentang pemilihan zat asal herbal untuk pengendalian mutu obat herbal

  2. Metode pengendalian mutu untuk bahan herbal

  3. Pedoman WHO tentang penilaian mutu obat herbal dengan mengacu pada kontaminan dan residu

  4. Pedoman WHO tentang praktik manufaktur yang baik untuk obat herbal

  5. Pedoman WHO tentang praktik pertanian dan pengumpulan yang baik untuk tanaman obat

Sekitar 40% produk farmasi saat ini berbasis produk alami, dan obat-obatan terobosan berasal dari pengobatan tradisional. Tanaman obat telah memberikan sumbangan yang signifikan dengan ditemukannya obat medis yang inovatif. Contohnya adalah penemuan aspirin bersumber dari formulasi pengobatan tradisional yang berasal dari kulit pohon willow. Penelitian pemenang Nobel mengenai artemisinin untuk pengobatan malaria berawal dari peninjauan manuskrip kuno pengobatan Tiongkok. Penemuan vaksin cacar telah menyebabkan pemberantasan penyakit tersebut, terinspirasi oleh praktik inokulasi kuno oleh masyarakat di seluruh dunia. Modernisasi yang luar biasa dan cepat dalam cara mempelajari pengobatan tradisional dapat membantu mewujudkan potensi dan janji pengobatan tradisional dan pengetahuan tradisional, untuk kesehatan dan kesejahteraan. Dengan mengambil petunjuk dari penggunaan tradisional, obat-obatan baru yang efektif secara klinis dapat diidentifikasi melalui penelitian seperti etnofarmakologi dan farmakologi terbalik.

Penggunaan aplikasi berbasis teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam bidang kesehatan tidak dapat dipungkiri telah mengubah cakrawala pengetahuan baru dalam berbagai aspeknya. AI memegang peranan penting dalam merevolusi studi dan praktik sistem penyembuhan tradisional. Algoritma canggih dan kemampuan pembelajaran mesin AI dapat memungkinkan para peneliti untuk mengeksplorasi pengetahuan medis tradisional yang luas, memetakan bukti, dan mengidentifikasi tren yang sebelumnya sulit dipahami.

(Sumber : World Health Organization 2025)

Penulis adalah adalah Mahasiswa Program Doktoral UAD

Terkait

[caption id="attachment_1326" align="alignnone" width="800"] Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

IPNU IPPNU Wonokerto bentengi diri dengan Densus Aswaja

PAC IPPNU Wonokerto menggelar kegiatan Densus Aswaja di Masjid Hidayatullah, desa Semut (15/10). Foto Wahidatul Maghfiroh/wartadesa Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : pengobatan tradisionaluad