close
Hukum & KriminalOlahragaSosial Budaya

Jelang Lebaran, warga dua pedukuhan di Lebakbarang nyaris tawuran

tawur warga jrakah
Ratusan warga di dua pedukuhan Tembelanggunung Lebakbarang dipertemukan terkait klaim kepemilikan lapangan olah raga. Klaim ini hampir memicu tawuran warga, Rabu (13/06)

Lebakbarang, Wartadesa. – Dua hari menjelang lebaran, ratusan warga dua pedukuhan Jrakah dan dukuh Petungkon Desa Tembelanggunung Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan nyaris tawuran. Aksi dipicu oleh saling klaim kepemilikan lapangan sepak bola yang berada di tanah milik Perhutani Blok Hutan Petungkon.

Sebelum massa sempat melakukan tawuran sekira pukul 21.00 WIB, petugas Polsek dan Koramil Lebakbarang dapat mengamankan aksi tersebut. Tawuran dapat dihindari dan kedua belah pihak didamaikan untuk saling memafkan, Rabu (13/06).

300 warga kedua pedukuhan akhirnya dipertemukan di Balaidesa Tembelanggunung dengan dihadiri juga Kades Tembelanggunung, Slamet beserta perangkat, lima anggota Polsek Lebakbarang dan dua anggota Koramil.

Kedua belah pihak sepakan akan menyelesaikan permasalahan kepemilikan lapangan secara musyawarah. Mereka sepakat bahwa keberadaan lapangan tersebut adalah milik bersama untuk kepentingan seluruh warga Tembelanggunung, yang terdiri dari lima pedukuhan. Dan setiap warga berkewajiban untuk menjaga dan memeliharanya. Setiap warga berhak menggunakan lapangan olah raga tersebut.

“Lapangan sepakbola yang ada sekarang ini adalah milik warga masyarakat desa Tembelanggunung jadi bukan hanya milik dukuh Urakan dan dukuh Petungkon, jadi kita semua berkewajiban menjaga dan memeliharanya serta bisa menggunakanya,” kata Kades Slamet dalam sambutannya.

Diakhir pertemuan warga, kedua belah pihak membuat surat pernyataan yang isinya saling memaafkan dan berjanji tidak akan mengulangi lagi terkait klaim kepemilikan lapangan olah raga.

“Setelah kesepakatan ini dibuat untuk ke depan di harapkan kedua warga pedukuhan bisa saling menghargai dan menghormati serta tidak mengulangi perbuatannya,” ujar Aiptu Sutrisno di akhir pertemuan tersebut, dan kedua belah pihak saling mengamini. (Budi R. Setiawan)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : tawur wargatawuran