Kajen, Wartadesa. – Jum’at barokah, demikian warganet mengungkapkan dua even pernikahan dua bule yang menikahi Warga Negara Indonesia (WNI) di Desa Tangkiltengah, Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan dan di Dusun Ketuk, Desa Proyonangan Tengah, Kecamatan Batang, Kecamatan/Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Adalah Rofiana (30), putri dari pasangan Fauzan dan Napiyah, warga Desa Tangkiltengah yang menjadi TKW di Hongkong selama 15 tahun, yang mendapatkan pendamping hati seorang warga Nordhousen, Jerman, Martin Schdmidt (37), putra dari pasangan Lothar Hans dan Ellen. Pernikahan mereka digelar Jum’at (11/8) kemarin, dengan prosesi adat Jawa.
Acara siraman, dan resepsi ala Jawa pun dilalui oleh dua pasangan tersebut. Saat resepsi, layakny pernikahan di Kabupaten Pekalongan, adanya pengiring pengantin dari pihak laki-laki, Martin pun melakukan hal yangsama.

Heru Hudayanti, Perangkat Desa Tangkiltengah, mengungkapkan bahwa sebagian warga dibagi menjadi pengiring pengantin laki-laki, di rumah seorang warga. Rombongan pengantin kemudian berjalan kaki, beriringan menuju kediaman mempelai perempuan. Warga mengiring Martin Schdmidt dengan membawa obor.
Pernikahan Rofiana dengan Martin Schmidt ini penuh dengan proses panjang dan berliku, tambah Heru, “Rofiana harus mengurus surat-surat dengan proses panjang dan ribet,” ujarnya.


Pernikahan antara bule dan WNI juga terjadi di Kabupaten Batang pada hari yang sama. Di Dusun Ketuk, Desa Proyonangan Tengah, Kecamatan Batang, Kecamatan/Kabupaten Batang.

Kisah pria asal Australia menikahi wanita warga Dusun Ketuk, Desa Proyonangan Tengah, ini ramai dibicarakan dan jadi perhatian warganet karena dianggap sebagai kisah unik. Beragam foto diunggah sejak perikahan dua warga negara yang berbeda tersebut. (WD)










