Paninggaran, Wartadesa. – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj batal menghadiri haul Wali Tanduran di Paninggaran, hari ini, Sabtu (5/8).
Said tidak jadi datang dikarenakan padatnya jadwal. Kabar tersebut di sampaikan oleh Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi saat memberi sambutan kepada hadirin di area makam.
Ribuan pengunjung haul Wali Tanduran memadati haul yang dilaksanakan rutin tiap tahunnya, tak hanya pengunjung dari Kabupaten pekalongan saja, tak sedikit pula pengunjung yang berasal dari luar daerah. Rencana kehadiran Ketua Umum PBNU tersebut, sebelumnya menjadi buah bibir di tengah masyarakat. Akan tetapi, Said batal hadir dikarenakan sedang berada di Hongkong.
“Saya mewakili panitia minta maaf, karena beliau, Bapak Kyai Said Agil Siradj tidak bisa hadir disini, karena padatnya jadwal. Dan saat ini beliau sedang berada di luar negri, di Hongkong.” ujar Asip Kholbihi, Bupati Pekalongan saat sambutan.
Asip menambahkan, pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin untuk mendatangkan Ketua Umum PBNU tersebut, termasuk tiket pesawat. “Kami sudah berusaha semaksimal mungkin dan sudah mempersiapkan segala sesuatunya seperti tiket,” tutur Asip.
Untuk mengobati kekecewaan hadirin, Asip mencoba menghibur hadirin, bahwa ngaji itu bisa bersumber dari siapa saja, “Ngaji itu sumbernya sama, di sini juga banyak kyai yang kapasitasnya tidak di ragukan lagi,” lanjut Asip.
Terkait dengan sarana-prasara makam Wali Tanduran, Asip melihat kondisinya makin baik, “Saya melihat makin baik ( makam_red ). Tahun depan sarana yang belum ditata bisa di benahi, Kepala desa bisa kordinasi dengan saya, supaya tahun depan bisa lebih baik lagi,” imbuh Asip.
Senada dengan Bupati, tokoh masyarakat Paninggaran, Mohammad Nasron berharap adanya peningkatan sarana dan prasarana di areal Makam.
“Saya berharap sarana prasarana makam, terus diperbaiki, karena dengan sarpras yang baik akan meningkatkan rasa kenyamanan para pengunjung. Makam Wali Tanduran merupakan obyek wisata religi desa, yang menjadi khasanah wisata religi di Kabupaten Pekalongan,” pungkas salah satu anggota DPRD Kabupaten Pekalongan ini. (Eva abdullah)










