close
Bencana

Nenek Carumi di Kaliombo Tak Bisa Tidur Saat Hujan, Talud Tergerus dan Rumah Tetangga Mulai Retak

nenek

Warta Desa, Kaliombo, Paninggaran — Musim hujan yang mulai turun dalam beberapa hari terakhir membawa ketakutan mendalam bagi Nenek Carumi, warga Dusun Kaliombo, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan. Talud di samping rumahnya yang mulai rusak dan tergerus membuat perempuan lansia itu tidak bisa tidur setiap kali hujan turun di malam hari.

Nenek Carumi menceritakan, setiap hujan deras, aliran air dari arah talud yang rusak langsung mengarah ke rumah tetangganya. Akibatnya, sejumlah warga sekitar merasa resah.

“Tetangga-tetangga sudah mendesak saya, karena kalau hujan airnya lari ke rumah mereka,” ujar Nenek Carumi dengan nada cemas.

Tak hanya itu, rumah di sebelahnya kini mengalami retakan parah dan dikhawatirkan akan ikut longsor apabila tidak segera dilakukan perbaikan. Kondisi ini membuat lingkungan sekitar berada dalam situasi siaga.

Harapan Bantuan yang Tidak Kunjung Jelas

Dalam percakapan pagi tadi, Nenek Carumi mengaku bertanya dengan penuh harap, apakah kerusakan talud tersebut bisa mendapat bantuan dari pemerintah.

“Kalau memang nanti tidak dapat bantuan, saya mau jual kebun satu-satunya peninggalan keluarga. Itu saja harta satu-satunya,” ungkapnya lirih.

Rencana menjual kebun warisan itu menunjukkan betapa terdesaknya kondisi Nenek Carumi. Ia tidak ingin rumahnya dan rumah warga sekitar tertimpa bencana yang lebih besar.

Musim Hujan Memicu Kekhawatiran Warga

Kerusakan talud yang bersandingan langsung dengan pemukiman warga memicu kekhawatiran besar, mengingat intensitas hujan akhir-akhir ini semakin meningkat. Warga berharap jangan sampai terjadi longsor susulan yang bisa mengancam keselamatan keluarga di sekitar lokasi.

Situasi tersebut membuat masyarakat Kaliombo meminta perhatian dan penanganan cepat dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan, baik melalui BPBD, DPU, maupun perangkat desa.

Harapan Terakhir: Pemerintah Hadir Sebelum Terlambat

Warga Kaliombo berharap ada langkah nyata dari pemerintah sebelum kondisi semakin memburuk. Apalagi ancaman longsor dan aliran air yang tidak terkendali sudah mulai mengganggu ketenangan serta keselamatan warga.

“Kasihan, Pak… kondisi Nenek Carumi ini sangat mendesak,” ungkap salah satu warga yang menyampaikan laporan ini.

Masyarakat berharap talud bisa segera dibangun kembali sehingga warga tidak lagi terancam, khususnya Nenek Carumi yang tinggal hanya dengan harapan dan keberanian melewati malam-malam penuh kecemasan saat hujan turun. (Rohadi)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

Akses jalan Lebakbarang-Karanganyar sudah bisa dilalui

Lebakbarang, Wartadesa. - Kerjabakti atau gotong-royong antara warga, pihak Koramil, Polsek Lebakbarang dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan membuahkan Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : paninggaran