Warta Desa, Pekalongan, 20 Februari 2025 – Warga Desa Pekuncen, Kecamatan Wiradesa, khususnya di RT 02/03, mengeluhkan krisis air bersih yang telah berlangsung selama 10 hari terakhir. Warga kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan memasak.
Beberapa warga mengaku sudah tidak mandi selama beberapa hari dan hanya bisa mencuci peralatan makan dengan air yang diperoleh dari bantuan mobil tangki. Namun, bantuan ini pun terbatas, hanya menyediakan beberapa galon air minum yang harus dibagi di antara banyak warga.
Menurut informasi yang dihimpun, saluran air PDAM yang menjadi andalan warga mengalami kerusakan dan masih dalam tahap perbaikan. Sayangnya, tidak ada kepastian kapan layanan air bersih akan kembali normal.
Situasi semakin diperparah dengan kondisi sumur rumah tangga yang tidak dapat digunakan. Warga mengungkapkan bahwa air sumur mereka tercemar limbah dari pabrik batik yang dibuang langsung ke selokan pemukiman. Akibat pencemaran ini, air sumur berbau menyengat dan tidak layak untuk digunakan.
“Kami sangat berharap ada solusi cepat dari pihak terkait. Kalau PDAM belum bisa diperbaiki, setidaknya ada pasokan air bersih yang lebih memadai untuk kami,” ujar salah seorang warga.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis air bersih ini serta menangani pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik batik yang telah berdampak buruk pada kehidupan mereka. (Tim Liputan)
![QR Code]()










