WARTADESA, PEKALONGAN – Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMAFARSI) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) menggelar Pelatihan Wirausaha Pembuatan Softener. Kegiatan bertema “Wujudkan Perempuan Muda Mandiri” ini dilaksanakan di GDM Pekajangan pada Ahad, 19 Juli 2026.
Pelatihan ini diikuti oleh lebih dari seratus peserta yang terdiri atas kader Nasyiatul ‘Aisyiyah se-Kabupaten Pekalongan serta masyarakat umum. Sejumlah organisasi dan lembaga juga turut hadir, di antaranya IGABA Kabupaten Pekalongan, PC IMM Pekalongan Raya, serta PD IPM Kabupaten Pekalongan.
Turut hadir dalam acara tersebut Sofwan Sumadi (Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah), Slamet Riyanto (Pembina PDNA sekaligus PDM Kabupaten Pekalongan), serta dua narasumber yaitu Siti Zahrotul Maqnuzah (Kepala KL PDNA dan Wakil Ketua Departemen Pusintek) dan St. Rahmatullah (Bendahara PDNA Kabupaten Pekalongan sekaligus Sekretaris Program Studi Sarjana Farmasi FIKES UMPP).
Saat membuka kegiatan secara resmi, Slamet Riyanto menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi antara PDNA dan HIMAFARSI UMPP. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga memiliki nilai pemberdayaan dan potensi ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Senada dengan hal itu, Sofwan Sumadi dalam keynote speech miliknya menekankan pentingnya peran anggota legislatif untuk hadir dan mendukung langsung berbagai kegiatan pemberdayaan di tengah masyarakat.
Ketua PDNA Kabupaten Pekalongan, Ainun Muthoharoh, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan wujud nyata dari implementasi program kerja mereka, khususnya program Jogo Ibu dan pemberdayaan perempuan.
“Melalui pelatihan pembuatan softener ini, kami ingin memberikan keterampilan kepada perempuan muda agar lebih mandiri, memiliki ide usaha, dan bahkan dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga apabila produk kebutuhan sehari-hari dapat dibuat sendiri di rumah,” ungkap Ainun.
Ainun menambahkan, agenda ini menjadi bagian dari upaya PDNA untuk mendorong kaum perempuan agar tidak sekadar menjadi konsumen, melainkan mampu menjadi produsen dan pelaku usaha dengan memanfaatkan keterampilan sederhana yang bernilai ekonomi.
Teori dan Praktik Langsung
Dalam sesi materi, Siti Zahrotul Maqnuzah memaparkan strategi mengenai digital marketing untuk dakwah, organisasi, dan kemandirian ekonomi perempuan.
Setelah pembekalan teori, para peserta langsung diajak melakukan praktik pembuatan softener yang dipandu oleh St. Rahmatullah bersama tim pelatihan dari HIMAFARSI UMPP. Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan produk dari awal hingga selesai.
Melalui pelatihan ini, PDNA Kabupaten Pekalongan berharap kegiatan tidak berhenti sampai di sini, melainkan dapat berlanjut pada pengembangan ide usaha mandiri dan penguatan jejaring kolaborasi antara organisasi perempuan, mahasiswa, serta masyarakat luas. (Red)










