close
KesehatanPendidikan

Latih Mental di Kampus: Mahasiswa Farmasi UMPP Unjuk Gigi, Dari Jadi MC Hingga Pimpin Lagu

umpp

PEKALONGAN, Warta Desa – Menjadi seorang calon apoteker ternyata tidak hanya soal menghafal rumus obat di dalam kelas. Di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), mahasiswa didorong untuk berani tampil di depan umum guna mengasah rasa percaya diri dan keterampilan berbicara (soft skills).

Hal ini terlihat nyata dalam acara Kuliah Tamu Kefarmasian 2026 yang digelar baru-baru ini. Menariknya, acara besar yang dihadiri ratusan peserta tersebut sukses berjalan berkat peran aktif para mahasiswa yang terjun langsung sebagai petugas acara.

Anak Muda Desa Berani Tampil

Beberapa mahasiswa yang mendapatkan kepercayaan mengawal jalannya acara besar ini di antaranya:

  • Agus Ikhrom Areza (Mahasiswa Semester 1): Bertugas membacakan Kalam Ilahi. Lantunan ayat sucinya berhasil membuka acara dengan suasana yang sangat khidmat.

  • Sinta Lufiana (Mahasiswa Semester 1): Dengan penuh percaya diri bertugas sebagai dirigen yang memimpin lagu pembuka kegiatan.

  • Laela Najwa (Mahasiswa Semester 3): Bertindak sebagai Master of Ceremony (MC). Ia sukses memandu jalannya acara dengan tertib dan sangat komunikatif.

Pengalaman Berharga untuk Masa Depan

Bagi para mahasiswa, ini adalah kesempatan emas untuk melatih mental sebelum mereka nantinya terjun langsung melayani masyarakat di Puskesmas, Rumah Sakit, atau Apotek.

Agus Ikhrom Areza mengaku sangat bangga bisa terlibat langsung dalam kegiatan akademik berskala besar tersebut. “Saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Ini benar-benar menambah rasa percaya diri saya untuk tampil di depan banyak orang,” ungkapnya penuh syukur.

Bentuk Karakter Apoteker yang Unggul

Pihak Program Studi Sarjana Farmasi UMPP sengaja memberikan ruang luas bagi mahasiswa untuk terlibat aktif. Tujuannya jelas: agar lulusan Farmasi UMPP tidak hanya pintar secara ilmu, tetapi juga punya jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan cara komunikasi yang baik kepada warga nantinya.

Dengan pembekalan karakter seperti ini, diharapkan para calon apoteker asal Pekalongan dan sekitarnya ini bisa menjadi sosok profesional yang ramah dan sigap saat membantu kesehatan masyarakat di desa-desa nantinya. (Davina Zafa)

Terkait
PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : apotekerumpp