close
KesehatanLayanan Publik

Lazismu serahkan dana Rp 20 juta untuk APD Covid-19

lazismu

Kajen, Wartadesa. – Kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) dan melambungnya bahan-bahan antiseptik membuat Tim Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 (TPPC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan kesulitan bergerak. Hal tersebut disampaikan Ketua TPPC PDM Kabupaten Pekalongan, M. Rofiansa Sulthon, saat melakukan rapat koordinasi perdana TPPC di Kampus Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, jalan raya Ambokembang No. 8 Kedungwuni, Pekalongan, Jum’at, 20 Maret 2020.

Merespon kelangkaan APD tersebut, Lazismu Pekalongan menyalurkan dana awal program kemanusiaan TPPC PDM Kabupaten Pekalongan sebesar 20 juta rupiah. Bantuan tersebut diserahkan Ketua Badan Pengurus Lazismu Pekalongan,   Riyanto, kepada Bendahara TPPC, Ulul Albab  Sabtu (21/03) di Kantor Lazismu Pekalongan, Jl. Pahlawan No. 10 Gejlik, Kajen, Pekalongan.

Rofiansa Sulthon yang juga Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) PDM Kabupaten Pekalongan menceritakan awalnya LPB sudah akan bergerak pasca penanganan banjir di pantura Pekalongan. Namun, kelangkaan dan tingginya bahan-bahan bantuan seperti dispencer, botol handsanitizer dan bahan lainnya membuat LPB kesulitan bergerak. Sulthon juga menjelaskan TPPC dibentuk PDM agar Muhammadiyah ikut andil dalam pencegahan covid-19 khususnya melalui kegiatan promosi dan edukasi.

Menurut Sulthon, saat ini kondisinya semakin rumit karena pemerintah tidak mengantisipasi mobilisasi masyarakat yang pulang kampung karena diliburkan. “Orang-orang dari Jakarta mudik dan melakukan shalat Jum’at di tempat masing-masing berpotensi menimbulkan penularan covid-19. Rumah sakit (RS) pemerintah sudah tidak bisa menampung seperti RSUD Kraton, RSUD Kajen, RSUD Bendan kapasitasnya kurang dan RSI Pekajangan diminta membuat ruang isolasi tetapi terkendala keterbatasan ruangan dan APD”, ungkap Sulthon.

Sulthon juga menyampaikan maklumat PDM Kabupaten Pekalongan agar TPPC melibatkan semua majelis, lembaga, organisasi otonom dan amal usaha Muhammadiyah dengan langkah kerja yang terstruktur dan terukur. (Fakhrudin)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : apdlazismu