close
Layanan PublikTekno

TPPC Covid-19 rekrut 200 relawan untuk edukasi warga

tccp covid

Kajen, Wartadesa. – Tim Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 (TPPC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan merekrut 200 orang relawan yang bertugas mengedukasi warga tentang virus Korona. Relawan berasal dari perwakilan Pimpian Cabang dan Pimpingan Ranting Muhammadiyah se-Kabupaten Pekalongan. Mereka kemudian mewakili tiap kecamatan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga terkait penyebaran dan pencegahan virus Korona (Covid-19).

“Saat ini ada dua kelompok warga yang kita hadapi. Pertama adalah mereka yang mampu mengakses media informasi, sehingga mereka mengetahui dan kemudian waspada terhadap ancaman COVID-19. Sedangkan kelompok kedua adalah kelompok masyarakat yang kurang mampu mengakses media, mereka mengetahui informasi tapi kurang lengkap atau bahkan salah, sehingga mereka masa bodoh dengan penanggulangan COVID-19 ini,” ungkap   Nur Izah, Rektor Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, saat koordinasi TPPC di Kampus 2 UMPP, kemarin.

Nur Izah menambahkan bahwa pembentukan relawan tersebut mengingat pentingnya keberadaan mereka mengedukasi warga,  “sedangkan tim harus bekerja cepat dan tetap melaksanakan tatalaksana pencegahan COVID-19, salah satunya adalah ‘social distancing‘, menjaga jarak, mengurangi berkumpul, maka tim memutuskan untuk menyelenggarakan pelatihan atau edukasi terhadap relawan secara online, menggunakan aplikasi zoom cloud.” Lanjutnya.

Menurut Izah, pihaknya telah melakukan training kepada 200 relawan pada Senin (23/03) malam secara daring (dalam jaringan/online). “Dalam kesempatan tersebut TPPC menghadirkan Dr. Corona Rintiawan, Sp.EM, koordinator Muhammadiyah COVID-19 Command Centro, bersama Drs. Amat Sulaeman, wakil ketua PDM Kabupaten Pekalongan. Acara tersebut berlangsung di tempat masing-masing, Dr. Corona ada di Malang, sedangkan peserta mengikuti acara dari rumah masing-masing, hanya mengandalkan jaringan internet dan gawai, tanpa berkumpul langsung di suatu tempat.” Lanjutnya.

Para relawan, masih menurut Izah, mendapatkan  pengetahuan dasar tentang COVID-19, sampai dengan bagaimana upaya yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Waktu 40 menit sebenarnya dirasa sangat singkat dan banyak hal bisa digali untuk dijadikan pedoman bagi relawan dalam menjalankan tugasnya.

Sementara itu, Siti Khuzaiyah, sekretaris Seksi Edukasi dan Promosi TPPC mengatakan bahwa training relawan berikutnya akan menghadirkan narasumber yang berkompeten.  “Insya Allah akan dilaksanakan acara edukasi online tahap berikutnya bersama nara sumber yang kompeten, sehingga para relawan mampu menangkap seluk beluk covid-19 untuk kemudian menyampaikan kepada masyarakat informasi yang benar dan kemudian masyarakat mau bergerak bersama menanggulangi COVID-19 ini,” tutupnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Karangdadap dicanangkan

KARANGDADAP, Wartadesa. -  Bertempat di halaman Puskesmas Karangdadap, hari ini, Selasa, 26 Januari 2021 dilaksanakan kegiatan Pencanangan dimulainya Vaksinasi Covid-19 Read more

Dua pasien di selasar RSUD Kajen meninggal, satu isolasi mandiri

Karanganyar, WartaDesa. - Dua dari 10 pasien probable (dalam pengawasan) yang dirawat di selasar RSUD Kajen meninggal, satu orang menjalani Read more

Dukung ketahanan pangan saat pandemi, RT dapat hibah dari Pemkab Batang

Batang, WartaDesa. - Tingginya kasus Covid-19 di Kabupaten Batang, membuat pemerintah setempat mendorong warganya untuk meningkatkan kesadaran protokol kesehatan dan Read more

Klaster keluarga capai 20 kasus, warga dihimbau perketat protokol kesehatan

Kajen, WartaDesa. - Warga Kabupaten Pekalongan dihimbau untuk memperketat protokol kesehatan Covid-19 dengan cara 3M, yakni mencuci tangah dengan sabun, Read more

Tags : covid-19tppc