PEKALONGAN, WARTA DESA. – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Pekalongan mencatatkan prestasi gemilang pada Ramadhan 1447 Hijriyah. Nilai penghimpunan Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) tahun ini melonjak drastis hingga Rp7,9 miliar, meningkat lebih dari Rp1 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp6,6 miliar.
Laporan membanggakan ini disampaikan langsung oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Pekalongan, M. Ali Sofyan, dalam Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Program Qurban di Aula SMK Muhammadiyah Bligo, Minggu (12/4/2026).
Sinergi dan Kepatuhan Jadi Kunci Utama
Keberhasilan ini tidak lepas dari solidnya koordinasi antara berbagai lini di Muhammadiyah. Ali Sofyan menekankan bahwa prestasi ini adalah buah dari kerja keras kolektif.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh Kantor Layanan atas kepatuhannya dalam menyetorkan ZIS, serta dukungan PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) yang selalu hadir memberikan rekomendasi strategis. Sinergi inilah yang membawa kita pada prestasi ini,” ungkap Ali Sofyan.
Berkat pencapaian tersebut, Lazismu Kabupaten Pekalongan resmi dinobatkan sebagai pemilik penghimpunan ZIS tertinggi selama Ramadhan 1447 H di tingkat Lazismu se-Jawa Tengah.
Rincian Capaian Teratas
Manajer Lazismu Kabupaten Pekalongan, Sutiknyo, S. TP, merinci bahwa total perolehan daerah menyumbang porsi signifikan terhadap capaian wilayah Jawa Tengah yang secara total menghimpun Rp92 miliar.
Berikut adalah tiga kontributor terbesar (Kantor Layanan) di Kabupaten Pekalongan selama Ramadhan 1447 H:
Optimisme Menuju Program Qurban
Acara yang dihadiri oleh Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Mulyono, dan Ketua Lazismu Wilayah Jawa Tengah, Dwi Suasana Ramadhan ini juga menjadi ajang persiapan menyambut Idul Adha.
Melihat tren positif pada bulan Ramadhan, Ali Sofyan mengaku optimis bahwa Lazismu Kabupaten Pekalongan akan kembali meraih posisi tertinggi dalam penghimpunan Qurban Tahun 1447 Hijriyah mendatang. Dengan sistem yang makin terintegrasi dan kepercayaan masyarakat yang tinggi, target tersebut dirasa sangat realistis untuk dicapai.
Pewarta: Nanang
Editor: Buono










