Yogyakarta, Warta Desa, 24 Januari 2026. — Komitmen Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten dan berempati kembali ditunjukkan melalui aksi nyata mahasiswanya. Dewi Rismiyati, seorang mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker dari universitas tersebut, melaksanakan kegiatan promosi kesehatan kepada lima puluh orang pasien di RSPAU Hardjolukito dengan mengangkat tema penting mengenai pengenalan berbagai macam kontrasepsi.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Praktik Kerja Profesi Apoteker yang berlangsung pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026. Melalui promosi kesehatan ini, Dewi memberikan edukasi mendalam mengenai berbagai jenis kontrasepsi, sekaligus menjelaskan bagaimana cara memilih dan menggunakan metode yang sesuai dengan kebutuhan, kondisi kesehatan, serta gaya hidup masing-masing pasien.
Suasana kegiatan tersebut berlangsung sangat komunikatif dan interaktif. Tercatat sekitar sepuluh pasien aktif mengajukan pertanyaan, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap materi yang disampaikan. Salah satu pertanyaan yang menarik perhatian adalah mengenai efek samping jangka panjang dari kontrasepsi non-hormonal. Menanggapi hal tersebut, Dewi menjelaskan bahwa metode non-hormonal umumnya memiliki dampak sistemik yang lebih minimal, namun tetap memerlukan pemantauan dan konsultasi rutin dengan tenaga kesehatan guna memastikan keamanan serta kenyamanan penggunanya.
Dalam sesi edukasi tersebut, Dewi menekankan bahwa setiap metode kontrasepsi memiliki kelebihan dan keterbatasan masing-masing. Menurutnya, hal yang paling utama adalah pemilihan yang tepat dan penggunaan yang benar sesuai dengan kondisi fisik setiap pasien. Selain memberikan edukasi, Dewi Rismiyati juga memperoleh pengalaman berharga lainnya selama menjalani praktik di RSPAU Hardjolukito, termasuk saat melakukan kunjungan langsung kepada pasien penyakit kanker yang mengalami penurunan kesadaran. Pengalaman ini memberikan pembelajaran mendalam mengenai peran tenaga farmasi yang tidak hanya fokus pada informasi obat, tetapi juga harus menjunjung tinggi empati dan kerja sama tim.
Selama pelaksanaan praktik kerja ini, Dewi mendapatkan bimbingan langsung dari para pembimbing yaitu Ivanka dan Ayu, serta mendapatkan pendampingan akademik dari Ainun Muthoharoh. Dukungan serta arahan dari para pembimbing tersebut menjadi bekal penting dalam mengasah kompetensi profesional dan sikap humanis sebagai calon apoteker. Melalui kegiatan ini, Dewi berharap edukasi yang diberikan dapat meningkatkan pemahaman pasien tentang kesehatan reproduksi serta mendorong penggunaan kontrasepsi yang aman dan tepat sebagai wujud kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat. (Redaksi)










