close
KesehatanPendidikan

Mahasiswa UMPP Edukasi Pasien RSPAU Hardjolukito Tentang Bahaya Campur Obat dengan Makanan

template berita foto warta desa(4)

Yogyakarta, Warta Desa, 24 Januari 2026. – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat yang benar kembali dilakukan oleh kalangan mahasiswa. Puspita Dias Primadani, seorang mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, menggelar kegiatan promosi kesehatan kepada lima puluh orang pasien di RSPAU dr. Hardjolukito. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Praktik Kerja Profesi Apoteker yang ia jalani sejak awal Desember 2025 hingga Januari 2026.

Dalam edukasinya, Puspita mengangkat tema yang sangat dekat dengan kebiasaan sehari-hari masyarakat, yaitu mengenai interaksi antara obat dengan makanan dan minuman. Di hadapan puluhan pasien, ia menjelaskan bahwa obat tidak selalu aman jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan tertentu. Ia menekankan agar pasien menghindari meminum obat bersama dengan pisang, susu, atau teh, karena ketiga bahan tersebut dapat mengganggu proses penyerapan obat di dalam tubuh sehingga khasiatnya menjadi tidak maksimal.

Penjelasan tersebut memancing antusiasme peserta yang hadir, terbukti dengan adanya sepuluh pasien yang aktif mengajukan pertanyaan dalam sesi diskusi. Salah satu pasien sempat menanyakan apakah obat gula darah boleh diminum bersamaan dengan buah pisang. Menanggapi hal itu, Puspita menjelaskan bahwa pisang memiliki kandungan kalium dan serat tinggi yang dapat memengaruhi kerja obat tertentu, terutama bagi pasien diabetes atau gangguan ginjal. Ia menyarankan agar masyarakat selalu mengutamakan air putih saat minum obat dan memberikan jeda waktu satu hingga dua jam jika ingin mengonsumsi makanan.

Selain memberikan penyuluhan, Puspita juga mendapatkan pengalaman klinis yang mendalam selama masa praktiknya. Ia terlibat langsung dalam pemantauan pasien rawat inap yang memiliki diagnosis gagal ginjal stadium lima pascaoperasi batu ginjal. Dalam kasus tersebut, ia belajar melakukan pemantauan terapi dan berdiskusi mengenai penggunaan obat yang aman bagi pasien dengan penurunan fungsi ginjal, terutama saat pasien mengeluhkan gejala sulit tidur serta mual.

Selama menjalani praktik di RSPAU Hardjolukito, Puspita mendapatkan arahan dan bimbingan langsung dari Florentika Ivanka dan Ayu selaku pembimbing lapangan, serta Ainun Muthoharoh sebagai pembimbing akademik. Baginya, pengalaman ini membuktikan bahwa peran tenaga farmasi sangat krusial dalam menjamin keselamatan pasien melalui edukasi-edukasi sederhana yang berdampak besar. Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar masyarakat semakin sadar bahwa cara minum obat yang tepat adalah kunci utama dalam proses penyembuhan. (Redaksi)

Terkait
PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : minum obatumpp