Yogyakarta, Warta Desa, 24 Januari 2026. — Komitmen Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan dalam mencetak tenaga kesehatan profesional kembali ditunjukkan melalui kiprah mahasiswanya di dunia nyata. Aditya Nurhamidah, mahasiswa universitas tersebut yang tengah menjalani Praktek Kerja Profesi Apoteker, aktif memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat selama praktik di Rumah Sakit Hardjolukito Yogyakarta.
Dalam salah satu kegiatan edukatifnya, Aditya menyampaikan pesan kepada lima puluh pasien dengan tema Ayo Jangan Takut Minum Obat. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pasien mengenai pentingnya kepatuhan minum obat serta meluruskan berbagai anggapan keliru yang masih sering ditemui di masyarakat. Aditya menjelaskan bahwa masih banyak pasien yang ragu mengonsumsi obat karena takut efek samping atau merasa sudah sembuh. Melalui edukasi ini, ia ingin menumbuhkan kesadaran bahwa obat yang diminum sesuai aturan justru sangat membantu proses penyembuhan.
Aditya menjalani praktik kerja di Rumah Sakit Hardjolukito Yogyakarta selama periode 1 Desember 2025 hingga 24 Januari 2026. Selama masa praktik tersebut, ia mendapatkan pengalaman langsung di berbagai bidang pelayanan kefarmasian, mulai dari kunjungan ke pasien, penyelarasan data obat, pencampuran antibiotik, pemberian informasi obat kepada pasien, hingga peracikan obat steril dan non-steril.
Seluruh kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan dengan bimbingan dari Florentina Galuh Ivanka dan Ayu yang secara aktif mendampingi mahasiswa dalam penerapan ilmu kefarmasian di lingkungan rumah sakit. Sementara itu, dari sisi akademik, Aditya mendapatkan arahan dari pembimbing akademik Ainun Muthoharoh guna memastikan kompetensi profesi tercapai sesuai standar yang berlaku.
Kegiatan edukasi yang dilakukan mahasiswa ini mendapat respons positif dari para pasien. Selain membantu meningkatkan pemahaman tentang penggunaan obat, kegiatan tersebut juga memperkuat peran tenaga farmasi sebagai bagian dari tenaga kesehatan yang tidak hanya bertugas menyiapkan obat, tetapi juga berperan sebagai pendidik dan pendamping pasien.
Melalui program praktik kerja profesi ini, pihak universitas terus mendorong mahasiswanya untuk terjun langsung ke masyarakat dan dunia pelayanan kesehatan. Kehadiran mahasiswa seperti Aditya Nurhamidah menjadi bukti nyata komitmen dalam melahirkan tenaga kesehatan yang kompeten, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (Redaksi)










