Yogyakarta, Warta Desa, 24 Januari 2026. – Kesadaran masyarakat terhadap penggunaan vitamin yang aman dan tepat terus menjadi perhatian serius di dunia kesehatan. Hal ini mendorong Amelia Septiani, seorang mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, untuk menggelar kegiatan promosi kesehatan bertajuk “Apakah Vitamin Herbal Lebih Baik? Ayo Bahas!” kepada lima puluh orang pasien di RSPAU Hardjolukito Yogyakarta.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari Program Kerja Profesi Apoteker yang berlangsung mulai awal Desember 2025 hingga Januari 2026. Dalam sesi edukasi tersebut, Amelia membahas secara interaktif perbedaan antara vitamin herbal dan vitamin sintetis, mulai dari kandungan, manfaat, hingga risiko penggunaannya bagi tubuh. Ia menjelaskan bahwa meskipun vitamin herbal berasal dari bahan alami, bukan berarti jenis tersebut selalu lebih aman dibandingkan vitamin sintetis. Menurutnya, kedua jenis vitamin tersebut memiliki manfaat masing-masing, namun harus tetap digunakan sesuai indikasi dan kondisi kesehatan pasien karena konsumsi yang berlebihan justru dapat menimbulkan efek samping.
Antusiasme peserta terlihat jelas dengan adanya sepuluh orang pasien yang aktif mengajukan pertanyaan. Salah satu pertanyaan yang menarik perhatian adalah mengenai jenis vitamin herbal yang baik bagi penderita hipertensi. Menanggapi hal tersebut, Amelia menyampaikan bahwa beberapa bahan herbal seperti bawang putih, seledri, dan daun zaitun dikenal dapat membantu menjaga tekanan darah. Meski demikian, ia menekankan bahwa penggunaannya tetap harus dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan, terutama bagi pasien yang sudah rutin mengonsumsi obat-obatan medis.
Selain memberikan penyuluhan, Amelia juga memperoleh pengalaman klinis yang sangat berharga selama masa praktiknya. Salah satunya adalah melakukan kunjungan langsung kepada pasien dengan diagnosis penyakit ginjal kronis stadium lima yang disertai komplikasi diabetes. Pengalaman ini memberikan pemahaman mendalam bagi calon tenaga kesehatan tersebut mengenai pentingnya ketelitian dalam pemilihan obat dan suplemen yang aman bagi pasien dengan penyakit kronis.
Selama menjalani praktik di RSPAU Hardjolukito, Amelia berada di bawah bimbingan Florentina Galuh Ivanka dan Ayu, serta mendapatkan pendampingan akademik dari Ainun Muthoharoh. Kegiatan edukasi ini mendapat respons positif baik dari pasien maupun tenaga kesehatan setempat karena dinilai mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan vitamin secara rasional. Melalui aksi nyata ini, Amelia berharap masyarakat tidak lagi mengonsumsi vitamin hanya berdasarkan tren, tetapi lebih mengutamakan keamanan dan kecocokan dengan kondisi tubuh masing-masing. (Redaksi)










