close
Lingkungan

Aktivis Save Gunung Slamet Desak Pemerintah Tindak Tegas Pembukaan Lahan Liar

template berita foto warta desa(6)

Banyumas, Warta Desa, 24 Januari 2026. — Kondisi kelestarian lingkungan di kawasan Gunung Slamet kini tengah menjadi sorotan tajam. Budi Tartanto, seorang aktivis dari gerakan Save Gunung Slamet, menyampaikan peringatan keras mengenai kerusakan alam yang terjadi di ketinggian 2300 meter di atas permukaan laut. Ia menyoroti maraknya pembukaan lahan hutan lindung yang dialihfungsikan menjadi area perkebunan sayur-sayuran secara liar.

Menurut Budi, situasi di titik ketinggian tersebut sudah sangat memprihatinkan dan membabi buta. Ia menegaskan bahwa kerusakan ini tidak bisa lagi dikaitkan dengan faktor cuaca atau curah hujan semata, melainkan murni akibat ulah manusia yang merusak hutan. Ia mendesak pemerintah untuk segera hadir dan mengambil langkah nyata dengan mengerahkan aparat serta seluruh komponen negara guna mengamankan kawasan hutan lindung dari aktivitas yang ia sebut sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab.

Dalam pernyataannya, Budi menekankan bahwa persoalan ini bukan lagi sekadar masalah urusan perut atau ekonomi rakyat kecil, melainkan tindakan perusakan lingkungan yang sangat parah. Ia menuntut agar seluruh aktivitas pertanian di zona lindung segera dihentikan dan para pelakunya ditarik keluar dari kawasan hutan, apa pun risikonya, demi menjaga keselamatan ekosistem gunung terbesar di Jawa Tengah tersebut.

Selain masalah pembukaan lahan, aktivis lingkungan ini juga menyuarakan penolakan keras terhadap proyek panas bumi atau geotermal yang ada di kawasan Gunung Slamet. Ia meminta agar proyek tersebut segera dihentikan karena dianggap mengancam keberlangsungan hidup rakyat. Budi memberikan sindiran tajam bahwa keberhasilan energi listrik dari panas bumi tidak akan ada artinya jika sumber mata air rakyat menjadi hilang dan rusak.

Peringatan ini disampaikan sebagai upaya pencegahan sebelum bencana besar terjadi. Ia merujuk pada musibah banjir bandang yang terjadi di wilayah lain, seperti di Sumatra, sebagai gambaran nyata jika hutan lindung di hulu tidak lagi mampu menyangga air. Melalui gerakan Save Gunung Slamet, masyarakat dan pecinta alam diharapkan bersatu untuk mencegah terjadinya bencana banjir bandang yang lebih besar di masa depan dengan cara menjaga keutuhan hutan lindung dari hulu hingga hilir. (Redaksi)

Terkait
Pendaki asal Lebaksiu Tegal tersambar petir di Gunung Slamet

Purbalingga, Wartadesa. - Dua pendaki Gunung Slamet dilaporkan tersambar petir. Demikian disampaikan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Purbalingga, Read more

Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : Gunung Slamet