Pemalang, Wartadesa. – Pemutaran film karya Yosep Anggi Noen dengan judul ‘Istirahatlah Kata-kata’ dan pembacaan puisi karya Wiji Tukul oleh peserta kegiatan Ngopi Ngobrol Pilm) di padepokan Lintang Kemukus, Dusun Sirau Kelurahan Paduraksa Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dihentikan oleh ormas Pemuda Pancasila Kabupaten Pemalang, Ahad (6/8) sekitar pukul 22.30 wib.
Sekitar 30 orang anggota DPC Pemuda Pancasila (PP) yang dipimpin oleh Ketua DPC PP Kabupaten Pemalang, Gandung Guntoro, dengan koordinator lapangan Edi Suprayogi, membubarkan acara nonton bareng tersebut.
Sempat terjadi adu mulut antara pemilik padepokan Lintang Kemukus, Andi Rustono dan DPC Pemuda Pancasila, saat PP meminta penghentian nonton bareng film Istirahat Kata-Kata tersebut.
Anggota Intel Polres Pemalang yang berada di lokasi kejadian akhirnya meredam keributan tersebut.
Pukul 22.50 wib, anggota DPC PP Kabupaten Pemalang pergi meninggalkan lokasi pemutaran film Istirahat Kata-Kata. Mereka menuju ke Mapolres Pemalang untuk melaporkan kegiatan pemutaran film tersebut.
Usai melaporkan ke Polres, DPC PP melanjutkan ke Kodim 0711 Pemalang untuk keperluan yang sama.
Andi Rustono selaku ketua Dewan Kesenian Pemalang (DKP), serta tuan rumah acara memberi klarifikasi, melalui media harianpemalang.com secara eksklusif, Senin (7/8) pukul 20.45 Wib terkait pembubaran acara nonton bareng tersebut.
“Acara ngopi ini merupakan acara nonton bareng film seperti biasanya, kalau ormas PP membubarkan acara ini, tentunya salah alamat.” ungkap Andi.
Hal Yang dilakukan PP jelas jelas perlakuan persekusi, tetapi salah alamat. Orang-orang (dalam hal ini PP) yang salah alamat, mestinya sadar, membaca, mempelajari dulu (film tersebut). Jangan arogan, semua sadar dan semua belajar apa yang dituduhkan tidak benar.” ungkap Andi menanggapi tuduhan bahwa film yang diputar mengandung unsur kekiri-kirian. Lanjut Andi.
“Dalam film tersebut tidak ada ajakan untuk menganut suatu ideologi ataupun perkataan mengenai komunisme.” Pungkas Andi. (Sumber HP)










